Show simple item record

dc.contributor.advisorNurdiati, Sri
dc.contributor.authorHANIFAH, NURRIZKYTA AULIA
dc.date.accessioned2026-07-27T04:43:40Z
dc.date.available2026-07-27T04:43:40Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175925
dc.description.abstractSistem Pengelolaan layanan OTT belum memiliki modul manajemen transaksi terintegrasi, sehingga pencatatan transaksi dan aktivasi subscription masih manual dengan arsitektur tight coupling tanpa pemisahan tanggung jawab antarlapisan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan modul manajemen transaksi menggunakan Laravel dan Filament Admin Panel dengan Service-Repository Pattern untuk memisahkan logika bisnis dan akses data, serta mengevaluasi kualitas kode melalui PHPMetrics. Pengembangan dilaksanakan dengan metode Scrum dalam tiga sprint, dengan 27 skenario pengujian fungsional dan 18 unit test berhasil dijalankan sesuai spesifikasi. Hasil penelitian menunjukkan CCN maksimum turun dari 24 menjadi 11 dan terdistribusi pada lapisan Service, LCOM kelas Service dan Repository berada pada rentang 1–2, CBO bergeser dari Controller ke Service, serta MI meningkat signifikan pada kelas Transaction (33,38 ? 65,89) dan Subscription (79,50 ? 90,46). Penelitian ini menunjukan pattern ini menghasilkan distribusi kompleksitas lebih merata.
dc.description.abstractThe OTT system under study lacked an integrated transaction management module, resulting in manual transaction recording and subscription activation, with tightly coupled architecture lacking clear separation across layers. This study aims to designed and implemented a transaction management module using Laravel and Filament Admin Panel with the Service-Repository Pattern to separate business logic from data access, evaluating code quality through PHPMetrics. Development followed Scrum across three sprints, with all 27 functional and 18 unit test scenarios executed successfully per specification. Results showed maximum CCN decreased from 24 to 11, distributed across the Service layer; LCOM for Service and Repository classes ranged 1–2; CBO shifted from Controller to Service; and MI improved significantly in Transaction (33.38 ? 65.89) and Subscription (79.50 ? 90.46). This research shows that pattern produced more evenly distributed complexity.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengembangan Modul Manajemen Transaksi pada Sistem Pengelolaan Layanan Over-The-Top (OTT) menggunakan Service-Repository Patternid
dc.title.alternativeDevelopment of a Transaction Management Module for an Over-The-Top (OTT) Service Management System Using the Service-Repository Pattern
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordCyclomatic Complexityid
dc.subject.keywordLaravelid
dc.subject.keywordOTTid
dc.subject.keywordService-Repository Patternid
dc.subject.keywordTransaction Managementid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record