Implementasi Model AIDA dalam Penulisan Naskah Video Company Profile Handayani Geulis Batik Bogor
Date
2026Author
Madaniy, Keyla Intan
Hamdani, Tasya Camila
Fachrurrizal, Fikry
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkembangan media digital mendorong pelaku usaha memanfaatkan media
komunikasi yang mampu menyampaikan informasi sekaligus membangun citra
merek. Salah satu media yang banyak digunakan adalah video company profile
karena mampu menggabungkan unsur visual, audio, dan narasi sehingga identitas
usaha dapat disampaikan secara lebih menarik dan mudah dipahami. Handayani
Geulis Batik Bogor merupakan UMKM yang bergerak di bidang pelestarian budaya
melalui produksi batik khas Kota Bogor serta aktif menyelenggarakan kegiatan
edukasi membatik. Meskipun memiliki berbagai keunggulan dan prestasi, video
company profile yang dimiliki sebelumnya belum mampu menggambarkan
identitas usaha secara menyeluruh karena lebih berfokus pada dokumentasi
kegiatan. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan naskah yang mampu
menyampaikan identitas, nilai, dan keunggulan usaha secara lebih terstruktur,
informatif, dan persuasif.
Proyek akhir ini bertujuan menjelaskan proses penulisan naskah video
company profile Handayani Geulis Batik Bogor serta mengimplementasikan model
AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action) sebagai kerangka penyusunan pesan.
Pelaksanaan proyek dilakukan pada Maret hingga Mei 2026 melalui observasi,
wawancara dengan pemilik dan co-founder, serta studi pustaka. Proses penulisan
naskah meliputi perumusan ide, riset, penyusunan outline, sinopsis, treatment,
penulisan naskah, review, hingga finalisasi sebagai pedoman produksi video. Hasil
proyek berupa naskah video company profile berdurasi 2 menit 55 detik yang
disusun berdasarkan tahapan model AIDA. Tahap attention diterapkan melalui
pembukaan yang menampilkan visual proses membatik dan narasi pemilik usaha.
Tahap interest berisi pengenalan sejarah usaha, filosofi motif, visi dan misi, serta
berbagai kegiatan yang mencerminkan karakter usaha. Tahap desire menampilkan
penghargaan, kolaborasi, kontribusi sosial, serta peran Handayani Geulis Batik
Bogor sebagai destinasi wisata edukasi batik untuk membangun kredibilitas usaha.
Selanjutnya, tahap action diwujudkan melalui ajakan kepada audiens untuk
mengenal lebih jauh, mengunjungi lokasi usaha, mengikuti media sosial, dan
berpartisipasi dalam kegiatan edukasi membatik.
Hasil pembahasan menunjukkan model AIDA mampu diimplementasikan
dalam penyusunan naskah secara lebih sistematis, mulai dari menarik perhatian
hingga mendorong tindakan audiens. Penerapan model tersebut menghasilkan
naskah yang lebih terstruktur, informatif, dan persuasif sehingga mampu
menyampaikan identitas, nilai budaya, dan keunggulan Handayani Geulis Batik
Bogor secara lebih efektif. Naskah yang dihasilkan juga menjadi pedoman dalam
proses produksi video sehingga setiap unsur visual dan narasi saling mendukung
dalam mengembangkan identitas Handayani Geulis Batik Bogor.

