Show simple item record

dc.contributor.advisorPrasetyo, Bayu Febram
dc.contributor.advisorPurwono, Rini Madyastuti
dc.contributor.advisorAndrianto, Dimas
dc.contributor.authorDasuki, Diva Rosa Nirwana
dc.date.accessioned2026-07-27T01:11:34Z
dc.date.available2026-07-27T01:11:34Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175888
dc.description.abstractHiperpigmentasi merupakan salah satu permasalahan kulit yang banyak terjadi akibat peningkatan produksi melanin yang dipicu oleh paparan sinar ultraviolet, stres oksidatif, dan proses inflamasi. Produksi melanin yang berlebihan dapat menyebabkan perubahan warna kulit yang tidak merata dan menurunkan kualitas kesehatan kulit. Penggunaan bahan pencerah sintetis seperti hidrokuinon dan asam kojat memiliki keterbatasan karena berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan pengembangan bahan aktif alami yang lebih aman dan efektif. Senyawa flavonoid utama dalam seledri (Apium graveolens), apigenin, diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan potensi penghambatan enzim tirosinase yang berperan penting dalam proses melanogenesis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi apigenin sebagai agen antihiperpigmentasi melalui pendekatan in silico, in vitro, dan formulasi topikal. Studi in silico dilakukan menggunakan metode molecular docking terhadap tiga target protein melanogenesis, yaitu tirosinase, tyrosinase related protein 1 (TYRP1), dan D-dopachrome tautomerase (DCT). Pengujian in vitro meliputi aktivitas antioksidan menggunakan metode thiobarbituric acid (TBA) dan aktivitas penghambatan tirosinase menggunakan tyrosinase inhibitory assay (TIA). Apigenin diformulasikan ke dalam sediaan gel topikal pada beberapa variasi konsentrasi dan dievaluasi stabilitas fisiknya melalui pengamatan fisik dan pengukuran viskositas selama penyimpanan. Hasil studi in silico menunjukkan bahwa apigenin memiliki afinitas pengikatan yang baik terhadap protein tirosinase, TYRP1, dan DCT dengan nilai binding affinity yang menunjukkan terbentuknya kompleks antara protein dan ligan yang stabil. Hasil pengujian in vitro menunjukkan bahwa apigenin memiliki aktivitas antioksidan yang ditandai oleh kemampuan menghambat pembentukan malondialdehida (MDA), namun tidak cukup baik untuk menghambat tirosinase. Formulasi gel topikal apigenin menghasilkan sediaan yang homogen, stabil secara fisik, dan mempertahankan karakteristik organoleptis serta viskositas selama periode penyimpanan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa apigenin dari seledri berpotensi kuat sebagai agen pencerah kulit (whitening agent) melalui mekanisme antioksidan sekunder yang efektif menekan stres oksidatif dan peroksidasi lipid pemicu melanogenesis, meskipun interaksi langsungnya dalam menghambat enzim tirosinase secara in vitro bersifat terbatas. Formulasi sediaan gel yang dihasilkan memiliki stabilitas fisik yang baik sehingga potensial untuk aplikasi topikal. Kata kunci: antioksidan, apigenin, melanogenesis, tirosinase, whitening agent.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStudi in silico, in Vitro, dan Formulasi Topikal Apigenin Seledri (Apium Graveolens) sebagai Inhibitor Tirosinase dan Antioksidanid
dc.title.alternativeIn silico, in Vitro, and Topical Formulation Studies of Apigenin from Celery (Apium graveolens) as a Tyrosinase Inhibitor and Antioxidant
dc.typeTesis
dc.subject.keywordaktivitas antioksidanid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record