| dc.contributor.advisor | Kosmaryandi, Nandi | |
| dc.contributor.advisor | Yovi, Efi Yuliati | |
| dc.contributor.author | ZABRINA, AURELIA | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-24T06:26:55Z | |
| dc.date.available | 2026-07-24T06:26:55Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175722 | |
| dc.description.abstract | Objek wisata air terjun menawarkan pesona dan keindahan alam yang menarik, namun di balik keindahannya terdapat berbagai bahaya yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber bahaya, melakukan penilaian risiko, menilai tingkat kesulitan jalur, dan menyusun strategi pengendalian risiko di objek wisata Air Terjun Ciawitali. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, studi literatur, dan observasi lapangan untuk mengidentifikasi bahaya. Analisis dilakukan dengan matriks risiko menggunakan parameter likelihood dan severity untuk penilaian risiko, penilaian Indonesian Mountain Grade System (IMGS), serta analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 risiko dalam kegiatan hiking, berenang dan bermain air, serta canyoneering dengan tingkat risiko rendah hingga sedang. Risiko tertinggi berasal dari hiking, berenang, dan bermain air. Penelitian ini menekankan perlunya peningkatan manajemen risiko yang sudah ada dengan pengendalian risiko yang disusun berdasarkan hierarki pengendalian, antara lain penyusunan SOP, penambahan rambu, dan perbaikan fasilitas untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan menciptakan wisata yang aman bagi pengunjung. | |
| dc.description.abstract | Waterfalls offer captivating natural charm and beauty, but behind their beauty lie various hazards that can lead to accidents. This study aims to identify hazard sources, conduct risk assessments, assess the difficulty level of the trails, and develop risk control strategies at the Ciawitali Waterfall. Data collection methods included interviews, literature studies, and field observations for hazard identification. Analysis was conducted using a risk matrix using likelihood and severity parameters for risk assessment, the Indonesian Mountain Grade System (IMGS) assessment, and descriptive analysis. The results showed that there were 19 risks in hiking, swimming and water play, and canyoneering activities with risk levels ranging from low to moderate. The highest risk comes from hiking, swimming, and water play activities. This study emphasizes the need to improve existing risk management with risk control structured based on a hierarchy of control, including the development of standard operating procedures (SOPs), the addition of signs, and the improvement of facilities to minimize the risk of accidents and create a safe tourism experience for visitors. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Manajemen Risiko di Objek Wisata Air Terjun Ciawitali, Resor Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango | id |
| dc.title.alternative | Risk Management in Ciawitali Waterfall, Bodogol Resort, Mount Gede Pangrango National Park | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | Manajemen Risiko | id |
| dc.subject.keyword | Objek Wisata Alam | id |
| dc.subject.keyword | Risiko | id |
| dc.subject.keyword | Sumber bahaya | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |