| dc.contributor.advisor | Pravitasari, Andrea Emma | |
| dc.contributor.advisor | Munibah, Khursatul | |
| dc.contributor.author | Atmaja, Dede Surya | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-24T03:48:46Z | |
| dc.date.available | 2026-07-24T03:48:46Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175706 | |
| dc.description.abstract | Ruang hijau jalan (Street Green Spaces/SGS) sebagai bagian dari ruang terbuka hijau berperan penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan perkotaan. Namun, penilaiannya sering kali belum mempertimbangkan distribusi dan faktor morfologi perkotaan secara memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menilai SGS berdasarkan nilai Green View Index (GVI), dengan cara menganalisis (a) tingkat kehijauan visual, (b) tingkat ketimpangan distribusi kehijauan visual, (c) faktor yang mempengaruhi, serta (d) menyusun tipologi ruas jalan berdasarkan kehijauan visual, ketimpangan, dan karakteristik morfologi lokal untuk arahan intervensi perbaikan SGS di Kota Bogor.
Data yang digunakan terdiri dari citra Google Street View, Global Canopy Height, Google Open Building v3, Open Buildings 2.5D Building Evolution Dataset, dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor. Grid berukuran 25×25 meter dibangun mencakup 3.471 titik berjarak 50 meter yang diagregasikan ke dalam 130 ruas jalan. Nilai GVI dihitung menggunakan pendekatan berbasis nilai piksel warna hijau. Uji akurasi dilakukan dengan membandingkan hasil ekstraksi otomatis dan koreksi manual pada sampel citra. Ketimpangan distribusi GVI dianalisis menggunakan indeks Gini dan Theil Entropy. Faktor yang memengaruhi GVI dianalisis menggunakan Geographically Weighted Regression. Variabel prediktor yang digunakan meliputi tinggi pohon (TP), variasi tinggi pohon (TP_SD), rasio luas bangunan (LB), tinggi bangunan (TB), variasi tinggi bangunan (TB_SD), rasio luas badan jalan (LBJ), jarak terhadap pusat kota (JP), rasio luas kawasan ekonomi (LKE), dan rasio luas kawasan permukiman (LKP). Tipologi ruas jalan defisien disusun melalui overlay antara tingkat kecukupan GVI lokal, ketimpangan distribusi GVI, dan tinggi pohon sebagai faktor vegetasi utama. Arahan intervensi pada tingkat grid ditentukan menggunakan pendekatan klasifikasi berbasis aturan (rule-based classification) berdasarkan karakteristik vegetasi, morfologi ruang terbangun, dan tipologi ruas jalan untuk menghasilkan lima bentuk intervensi, yaitu penanaman pohon baru, vegetasi vertikal, penguatan median jalan, pengayaan vegetasi lapis bawah, serta perlindungan dan pengisian celah vegetasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kehijauan visual ruas jalan di Kota Bogor masih relatif rendah dengan nilai GVI rata-rata sebesar 0,13 dan median sebesar 0,11, sehingga sebagian besar ruas jalan termasuk kategori defisien berdasarkan ambang kecukupan lokal sebesar 0,16. Ketimpangan distribusi GVI terjadi baik antar ruas maupun di dalam ruas jalan, sehingga ruas dengan tingkat kecukupan yang serupa dapat memiliki pola distribusi kehijauan yang berbeda. TP merupakan faktor yang paling konsisten meningkatkan GVI, sedangkan LB dan LKE berpengaruh negatif terhadap GVI, menunjukkan bahwa kualitas kehijauan visual dibentuk oleh interaksi antara vegetasi dan morfologi ruang jalan. Berdasarkan tingkat kecukupan, ketimpangan distribusi, dan karakteristik vegetasi, diperoleh empat tipologi ruas jalan defisien, yaitu DMR, DTR, DMT, dan DTT, yang masing-masing merepresentasikan permasalahan penghijauan yang berbeda. Analisis pada tingkat grid selanjutnya menghasilkan lima bentuk intervensi penghijauan yang menunjukkan bahwa satu ruas jalan dapat memerlukan lebih dari satu bentuk intervensi sesuai dengan heterogenitas kondisi fisiknya. Secara morfologi dan jejak perkembangannya, variasi GVI di Kota Bogor berkaitan erat dengan sejarah perkembangan kota, di mana ruas jalan yang berkembang melalui perencanaan formal cenderung memiliki GVI lebih tinggi dibandingkan ruas jalan yang berkembang melalui urbanisasi cepat, densifikasi spontan, dan tekanan aktivitas ekonomi.
Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penghijauan jalan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan seragam untuk seluruh ruas jalan. Ruas DMR membutuhkan penambahan vegetasi struktural baru, ruas DTR membutuhkan pemerataan distribusi vegetasi, ruas DMT membutuhkan peningkatan efektivitas vegetasi eksisting, sedangkan ruas DTT membutuhkan penguatan konektivitas dan pengisian celah vegetasi antar-grid. Tipologi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar penentuan prioritas dan strategi penghijauan pada tingkat ruas jalan, sedangkan analisis pada tingkat grid memungkinkan penentuan bentuk intervensi yang lebih rinci dan operasional. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya mengintegrasikan pengelolaan vegetasi dengan pengendalian pemanfaatan ruang jalan, penyediaan ruang tanam, pengaturan sempadan bangunan, dan penataan aktivitas ekonomi agar perbaikan SGS tidak hanya bergantung pada penanaman pohon, tetapi juga pada perbaikan struktur ruang jalan secara menyeluruh. | |
| dc.description.abstract | Street Green Spaces (SGS), as part of urban green open spaces, play an important role in improving environmental quality and urban well-being. However, their assessment often fails to adequately consider the distribution of greenery and urban morphological factors. This study aims to evaluate SGS based on the Green View Index (GVI) by analyzing (a) the level of visual greenness, (b) the degree of inequality in the distribution of visual greenness, (c) the factors influencing visual greenness, and (d) developing a street segment typology based on visual greenness, inequality, and local morphological characteristics to formulate intervention strategies for improving SGS in Bogor City.
The study utilized Google Street View imagery, Global Canopy Height, Google Open Building v3, the Open Buildings 2.5D Building Evolution Dataset, and the Bogor City Spatial Plan. A 25 × 25 m grid system comprising 3,471 observation points at 50 m intervals was constructed and aggregated into 130 street segments. GVI values were calculated using a green pixel-based approach. Accuracy assessment was conducted by comparing automated extraction results with manual corrections on sample images. The inequality of GVI distribution was analyzed using the Gini Index and Theil Entropy. Factors affecting GVI were examined using Geographically Weighted Regression. The predictor variables included tree height (TP), tree height variation (TP_SD), building coverage ratio (LB), building height (TB), building height variation (TB_SD), road surface ratio (LBJ), distance from the city center (JP), economic land-use ratio (LKE), and residential land-use ratio (LKP). Deficient street segment typologies were developed through the overlay of local GVI sufficiency, GVI distribution inequality, and tree height as the primary vegetation factor. Grid-level intervention strategies were subsequently determined using a rule-based classification approach based on vegetation characteristics, built-environment morphology, and street segment typologies, resulting in five intervention types: new tree planting, vertical greening, road median enhancement, understory vegetation enrichment, and vegetation gap filling and connectivity enhancement.
The results indicate that the visual greenness quality of street segments in Bogor City remains relatively low, with a mean GVI of 0.13 and a median of 0.11. Using a local sufficiency threshold of 0.16, most street segments were classified as deficient. Inequality in GVI distribution occurs both among street segments and within individual segments, implying that segments with similar greenness sufficiency may exhibit different patterns of greenness distribution. TP was identified as the most consistent positive factor influencing GVI, whereas the LB and LKE had negative effects on GVI, indicating that visual greenness quality is shaped by the interaction between vegetation and street morphology. Based on greenness sufficiency, distribution inequality, and vegetation characteristics, four deficient street segment typologies were identified: DMR, DTR, DMT, and DTT, each representing different greening problems. Grid-level analysis further generated five greening intervention types, demonstrating that a single street segment may require more than one intervention due to the heterogeneity of its physical conditions. In terms of urban morphology and development trajectories, variations in GVI are closely associated with the historical evolution of Bogor City, where street segments developed through formal planning tend to exhibit higher GVI values than those shaped by rapid urbanization, spontaneous densification, and economic pressures.
The findings imply that street greening cannot be implemented using a uniform approach for all street segments. DMR segments require the addition of new structural vegetation, DTR segments require a more equitable distribution of vegetation, DMT segments require improvements in the effectiveness of existing vegetation, and DTT segments require enhanced vegetation connectivity and gap filling between grids. The resulting typologies can serve as a basis for determining greening priorities and strategies at the street segment level, while grid-level analysis enables more detailed and operational intervention planning. This study also highlights the importance of integrating vegetation management with land-use control, the provision of planting spaces, building setback regulation, and the management of economic activities so that SGS improvement depends not only on tree planting but also on the comprehensive improvement of street spatial structure. | |
| dc.description.sponsorship | Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Tipologi Ruas Jalan Berbasis Kehijauan Visual, Ketimpangan, dan Karakteristik Morfologi Lokal untuk Intervensi Ruang Hijau Jalan | id |
| dc.title.alternative | Street Segment Typology Based on Visual Greenery, Distributional Inequality, and Local Morphological Characteristics for Street Green Space Interventions | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | Green View Index | id |
| dc.subject.keyword | ketimpangan ruang hijau | id |
| dc.subject.keyword | morfologi perkotaan | id |
| dc.subject.keyword | ruang hijau jalan | id |
| dc.subject.keyword | tipologi jalan | id |
| dc.subtype | Theses | |