Hubungan Pola Asuh Makan dan Masalah Makan dengan Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Anak Autisme di Dua SLB Kota Bogor
Abstract
Masalah makan sering terjadi pada anak autisme sehingga dapat berdampak terhadap status gizi apabila tidak segera ditangani. Pola asuh makan pengasuh merupakan salah satu faktor yang memengaruhi asupan gizi anak autisme. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola asuh makan dan masalah makan dengan asupan zat gizi dan status gizi anak autisme di dua SLB Kota Bogor. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional study dengan jumlah subjek sebanyak 17 anak autisme yang berasal dari SLB Al-Irsyad Al-Islamiyyah dan SLB-C Tunas Kasih 2. Data dikumpulkan melalui wawancara, food recall 2x24 jam, dan pengukuran antropometri. Pola asuh makan dianalisis menggunakan Caregiver's Feeding Style Questionnaire (CFSQ) dan masalah makan dinilai menggunakan Brief Autism Mealtime Behavior Inventory (BAMBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh makan demokratis dan permisif paling banyak diterapkan (29,4%). Rata-rata asupan energi, zat besi, dan seng subjek berada pada kategori normal, sedangkan asupan protein dan lemak pada kategori berlebih dan karbohidrat pada kategori defisit ringan. Sebagian besar subjek memiliki masalah makan (76,5%). Subjek cenderung memiliki status gizi baik (47,1%) dan gizi lebih (35,3%). Hasil analisis pada penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola asuh makan dengan asupan zat besi, serta antara asupan protein, lemak, karbohidrat, dan seng dengan status gizi (p<0,05).
Collections
- UF - Nutrition [5]

