Perencanaan Program Peningkatan Kapasitas Pokdarwis dalam Pelestarian Permainan Tradisional di Kampung Wisata Binong Kota Bandung
Date
2026Author
Ashellyna, Rezhannisa Fakhira
Rahayu, Kania Sofiantina
Metadata
Show full item recordAbstract
Permainan tradisional sebagai bagian dari wisata budaya mulai mengalami penurunan eksistensi seiring modernisasi, sementara kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengelolanya belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting Pokdarwis, potensi permainan tradisional, tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat, serta menyusun rancangan program peningkatan kapasitas Pokdarwis di Kampung Wisata Binong Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode mixed methods melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 100 responden, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan permainan tradisional seperti galah asin, gatrik, boy-boyan, bebedilan, sondah, bekel, dan lompat tali masih dikenal masyarakat dan berpotensi menjadi atraksi wisata budaya. Tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang cukup mendukung. Disusun program “Kaulinan Hirup Binong” berupa pelatihan dan pendampingan pelestarian permainan tradisional. Traditional games as part of cultural tourism have begun to decline amid modernization, while the capacity of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) to manage them remains suboptimal. This study aims to identify the existing condition of Pokdarwis, the potential of traditional games, the level of community knowledge, skills, and attitudes, and to design a capacity-building program for Pokdarwis at Binong Tourism Village, Bandung City. The study used a mixed methods approach through observation, interviews, and questionnaires distributed to 100 respondents, analyzed using descriptive qualitative and quantitative analysis. The results show that traditional games such as galah asin, gatrik, boy-boyan, bebedilan, sondah, bekel, and lompat tali are still recognized by the community and have potential to become cultural tourism attractions. Knowledge is moderate, skills are fair, and attitudes are fairly supportive. The "Kaulinan Hirup Binong" program was designed, comprising training and mentoring for the preservation of traditional games.
Collections
- UF - Ecotourism [359]

