Pemanfaatan Ekstrak Daun Meniran Phyllanthus niruri untuk Sintasan dan Pertumbuhan Larva Ikan Komet Carassius auratus
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Putri, Meisya Meliana
Ramadhani, Dian Eka
Iskandar, Andri
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan komet merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak
diminati. Tingkat permintaan ikan komet yang cukup tinggi serta relatif stabil membuka peluang besar untuk usaha budidaya, baik dalam bentuk produksi benih maupun pembesaran ikan berkualitas. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan proyek akhir ini yaitu untuk pemanfaatan ekstrak daun meniran sebagai pilihan alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam proses penanganan penyakit pada
larva ikan komet. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan B. Sintasan pada larva ikan komet dengan hasil tertinggi pada perlakuan B dengan hasil sebesar 82±4,73%, dan berbeda nyata (P<0,05). Pertumbuhan yang meliputi pertumbuhan bobot mutlak di dapatkan nilai tertinggi pada perlakuan B dengan hasil 4,23±0,115 g dan berbeda nyata (P<0,05). Pertumbuhan panjang mutlak pada larva ikan komet didapatkan hasil tertinggi pada perlakuan B dengan hasil 3,46±0,158 cm dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi
terdapat pada perlakuan B dengan hasil 5,10±0,08% dan berbeda nyata (P<0,05). The Comet goldfish is a highly sought after freshwater ornamental fish. The
consistently high demand for this species presents significant opportunities for aquaculture ventures, encompassing both fry production and the rearing of high- quality fish. The study results indicated that Treatment B yielded the best outcomes. Comet larvae in Treatment B achieved the highest survival rate at 82 ± 4.73%, a difference that was statistically significant (P<0.05). Regarding growth, Treatment B produced the highest absolute weight gain (4.23 ± 0.115 g), which was also statistically significant (P<0.05). Similarly, the highest absolute length growth (3.46 ± 0.158 cm) and specific growth rate (5.10 ± 0.08%) were observed in treatment B, with differences that were statistically significant (P<0.05).

