| dc.description.abstract | Metode quarre meningkatkan risiko kerusakan batang karena koakan yang
terlalu lebar dan dalam, sehingga dikembangkan metode alternatif yaitu metode bor.
Metode bor terus mengalami perkembangan, kini menggunakan metode bor baterai
karena bor modifikasi membutuhkan biaya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan
menentukan metode penyadapan yang optimal dan menganalisis biaya penyadapan
getah pinus menggunakan metode bor modifikasi, bor baterai, dan metode quarre
di Hutan Pendidikan Gunung Walat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak
Lengkap pada 90 pohon Pinus merkusii yang dibagi secara merata dengan 10 kali
pemanenan. Hasil penelitian menunjukkan jenis metode penyadapan berpengaruh
nyata terhadap produktivitas getah. Produktivitas rata-rata penyadapan tanpa
menggunakan stimulansia tertinggi dihasilkan oleh metode quarre (12,63
g/sadapan/hari), bor baterai (9,22 g/sadapan/hari), dan bor modifikasi (8,40
g/sadapan/hari). Analisis biaya menunjukkan biaya tertinggi pada bor modifikasi
(Rp16.335,72/kg), dibandingkan bor baterai (Rp5.946,46/kg) dan metode quarre
(Rp5.033,52/kg). Metode bor baterai disimpulkan sebagai metode paling optimal
karena lebih praktis, menghasilkan getah lebih bersih, meminimalkan kerusakan
pohon, serta lebih hemat dibandingkan bor modifikasi. | |