KEANEKARAGAMAN PARASITOID DAN PREDATOR PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PTPN IV DAN RAKYAT DI PROVINSI SUMATRA UTARA
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
HARAHAP, MHD. HAFIZH
Maryana, Nina
Winasa, I Wayan
Metadata
Show full item recordAbstract
MHD HAFIZH HARAHAP. “Keanekaragaman Parasitoid dan Predator pada Perkebunan Kelapa Sawit PTPN IV dan Rakyat di Provinsi Sumatra Utara". Dibimbing oleh NINA MARYANA dan I WAYAN WINASA.
Provinsi Sumatra Utara merupakan salah satu wilayah di Indonesia sebagai penghasil kelapa sawit. Tantangan produksi kelapa sawit erat kaitannya dengan serangan serangga hama yang mengakibatkan kerusakan tanaman dan penurunan hasil panen. Pengendalian menggunakan musuh alami dapat menjadi alternatif dalam mengurangi penggunaan pestisida. Pengendalian menggunakan musuh alami yang penting pada perkebunan kelapa sawit adalah dengan parasitoid dan predator. Penelitian bertujuan mempelajari keanekaragaman dan kelimpahan parasitoid dan predator pada perkebunan kelapa sawit PTPN IV dan rakyat di Provinsi Sumatra Utara.
Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Kebun Sisumut Afdeling V Sisumut, Kotapinang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan Sumatra Utara dan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Huristak Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara. Penelitian diawali dengan penentuan lima petak contoh pada masing-masing lokasi, dengan total 30 tanaman contoh. Pengamatan parasitoid dan predator dilakukan di sekitar tanaman contoh menggunakan pitfall trap, yellow pan trap, sweep net. Pengamatan serangga hama, luas serangan, dan intensitas kerusakan pelepah dilakukan secara langsung pada 10 tanaman contoh di masing-masing lokasi, yaitu dua tanaman contoh pada setiap petak contoh. Luas serangan dihitung berdasarkan jumlah tanaman terserang, sedangkan intensitas kerusakan pelepah dihitung berdasarkan jumlah pelepah yang menunjukkan gejala serangan. Serangga hama yang ditemukan pada pelepah dihitung jumlah individunya dan dikoleksi untuk pengamatan lebih lanjut. Sampel parasitoid dan predator yang diperoleh dari kedua lokasi penelitian diidentifikasi menggunakan kunci identifikasi. Analisis indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi dilakukan pada parasitoid dan predator yang diidentifikasi hingga tingkat morfospesies, sedangkan predator laba-laba dari Ordo Araneae dianalisis secara deksriptif berdasarkan jumlah famili dan individu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perkebunan kelapa sawit PTPN IV ditemukan parasitoid sebanyak 447 individu yang terdiri atas dua ordo, 21 famili, dan 85 morfospesies, serangga predator berjumlah 1808 individu yang terdiri atas lima ordo, sembilan famili, dan 68 morfospesies, dan laba-laba sebanyak 44 individu yang terdiri atas delapan famili. Parasitoid yang ditemukan di perkebunan rakyat berjumlah 106 individu yang terdiri dari dua ordo, 17 famili, dan 51 morfospesies, sedangkan serangga predator berjumlah 1161 individu yang terdiri dari tujuh ordo, 11 famili, dan 76 morfospesies, dan predator laba-laba sebanyak 80 individu yang terdiri atas delapan famili. Tingkat keanekaragaman parasitoid tinggi dengan nilai indeks Shannon-Wiener sebesar 3,35 dan tingkat keanekaragaman serangga predator sedang dengan nilai indeks Shannon-Wiener sebesar 1,88 di PTPN IV. Perkebunan rakyat memiliki tingkat keanekaragaman parasitoid sedang dengan nilai indeks Shannon-Wiener sebesar 2,64 dan tingkat keanekaragaman serangga predator sedang dengan nilai indeks Shannon-Wiener sebesar 2,55. Parasitoid pada kedua lokasi penelitian didominasi oleh ordo Hymenoptera, dari Famili Scelionidae. Morfospesies parasitoid dengan kelimpahan tertinggi pada perkebunan PTPN IV adalah Scelio sp.1, sedangkan pada perkebunan rakyat didominasi oleh Telenomus sp.1. Predator pada kedua lokasi penelitian dengan kelimpahan terbanyak berasal dari Ordo Hymenoptera dari Famili Formicidae. Morfospesies predator dengan kelimpahan tertinggi pada perkebunan PTPN IV adalah Pheidole sp.1, sedangkan pada perkebunan rakyat didominasi oleh morfospesies yang sama yaitu Pheidole sp.1. Pengamatan lapangan menunjukkan adanya serangan serangga hama utama kelapa sawit berupa ulat api dan ulat kantung pada kedua lokasi penelitian dengan intensitas kerusakan pelepah sebesar 3,27% pada PTPN IV dan 1,67% pada perkebunan rakyat. MHD HAFIZH HARAHAP. “Diversity of Parasitoids and Predators in PTPN IV and Smallholder Oil Palm Plantations in North Sumatra Province”. Supervised by NINA MARYANA and I WAYAN WINASA.
North Sumatra Province is one of the oil palm producing regions in Indonesia. Challenges in oil palm production are closely related to insect pest attacks that cause crop damage and reduced yields losses. The use of natural enemies can serve as an alternative approach to reduce pesticide use. An important biological control strategy in oil palm plantations involves the use of parasitoids and predatory insects. The research aims to study the diversity and abundance of parasitoids and predatory insects in community oil palm plantations and PTPN IV in North Sumatra Province.
This research was conducted in the oil palm plantation of PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1, Sisumut Estate, Afdeling V, Sisumut, Kotapinang, South Labuhan Batu Regency, North Sumatra, and in smallholder oil palm plantations in Huristak Subdistrict, Padang Lawas Regency, North Sumatra. The study began with the establishment of five sample plots at each location, comprising 30 sample oil palms for parasitoid and predators observations. Parasitoids and predators were observed around the sample oil palms using pitfall traps, yellow pan traps, and sweep net. Observations of insect pests, infestation extent, and frond damage incidence were conducted directly on 10 sample oil palms at each location, consisting of two sample oil palms in each sample plot. Infestation extent was calculated based on the number of infested palms, whereas frond damage incidence was calculated based on the number of fronds showing pest attack symptoms. Insect pests found on the fronds were counted and collected for further observation. Parasitoid and predator samples obtained from both research location were identified using identification keys. Diversity, evenness, and dominance indices were analyzed for parasitoids and predatory insects identified to the morphospecies level, whereas spider predators of the order Araneae were analyzed descriptively based on the number of families and individuals.
The result showed that in the PTPN IV oil palm plantation, 447 individuals of parasitoids were recorded, consisting of two orders, 21 families, and 85 morphospecies. Predatory insects totaled 1,808 individuals, comprising five orders, nine families, and 68 morphospecies, while spider predators numbered 44 individuals belonging to eight families. In smallholder plantations, 106 parasitoid individuals were recorded, consisting of two orders, 17 families, and 51 morphospecies, while predatory insects totaled 1,161 individuals, consisting of seven orders, 11 families, and 76 morphospecies, and spider predators numbered 80 individuals belonging to eight families. The PTPN IV plantation showed high parasitoid diversity, with a Shannon-Wiener diversity index of 3.35, and moderate predatory insect diversity, with a Shannon-Wiener diversity index of 1.88. The smallholder plantation showed moderate parasitoid diversity, with a Shannon-Wiener diversity index of 2.64, and moderate predatory insect diversity, with a Shannon Wiener diversity index of 2.55. Parasitoids at both study sites were dominated by the order Hymenoptera, particularly the Family Scelionidae. The parasitoid morphospecies with the highest abundance in the PTPN IV plantation was Scelio sp.1, whereas Telenomus sp.1 was dominant in the smallholder. plantations. Predatory insects with the highest abundance at both study sites belonged to the order Hymenoptera from the Family Formicidae. The predatory morphospecies with the highest abundance in PTPN IV and smallholder plantations was Pheidole sp.1. Field observations indicated the presence of major oil palm insect pests, namely nettle caterpillars and bagworms, at both study sites, with frond damage intensities of 3.27% in the PTPN IV plantation and 1.67 % in smallholder plantations.
Collections
- MF - Agriculture [4154]

