Aplikasi Penambahan Probiotik Komersial untuk Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Koi Cyprinus rubrofuscus
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Anjani, Resti Dwi
Hendriana, Andri
Ramadhani, Dian Eka
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan koi Cyprinus rubrofuscus merupakan salah satu komoditas ikan hias air tawar bernilai ekonomi tinggi. Pakan menjadi faktor penting dalam budidaya, namun efisiensi pemanfaatannya masih rendah sehingga diperlukan penambahan probiotik untuk meningkatkan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik pemberian probiotik komersial terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan koi Cyprinus rubrofuscus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali pengulangan, yaitu kontrol, LB1 10 mL kg?¹ pakan, LB2 15 mL kg?¹ pakan, dan LB3 20 mL kg?¹ pakan. Perlakuan terbaik dihasilkan oleh LB2 dengan dosis 15 mL kg-1 pakan memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan karena menghasilkan pertumbuhan yang optimal dibanding dengan perlakuan lainnya. Sementara itu, pemberian probiotik tidak memberikan pengaruh nyata terhadap sintasan, dengan nilai sintasan berkisar antara 88–90%. Cyprinus rubrofuscus koi fish is one of the freshwater ornamental fish
commodities with high economic value. Feed is an important factor in cultivation,
but its utilization efficiency is still low, so the addition of probiotics is needed to
increase fish growth. This study aims to obtain the best dose of commercial
probiotics for the growth and survival of Cyprinus rubrofuscus koi fish. The method
used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) with four
treatments and three repetitions, namely control, LB1 10 mL kg?¹ feed, LB2 15 mL
kg?¹ feed, and LB3 20 mL kg?¹ feed. The best treatment was produced by LB2 and
each dose of 15 mL kg-1 feed which had a real influence on growth parameters
because it produced optimal growth compared to other treatments. Meanwhile,
administration of probiotics did not have a real effect on survival, with survival
values ranging from 88–90%.

