| dc.description.abstract | Pengukuran diameter tajuk relatif lebih sulit dan memakan waktu
dibandingkan pengukuran diameter setinggi dada (DBH), sehingga diperlukan
model penduga yang efisien. Penelitian ini bertujuan menyusun model penduga
diameter tajuk berdasarkan DBH dan menentukan model terbaik pada tegakan
pinus dan agathis di areal rehabilitasi TOSO Hutan Pendidikan Gunung Walat.
Pengambilan data pohon contoh dilakukan secara sengaja (purposive) didasarkan
pada jenis pohon, sebaran kelas DBH, dan petak tahun tanam. Data yang digunakan
dalam penelitian sebanyak 96 pohon masing-masing jenis pinus dan agathis.
Pemilihan model terbaik (linear, power, exponential, dan quadratic) berdasarkan
nilai skoring dan peringkat pada parameter koefisien determinasi (R2), standard
error (SE), bias, Root Mean Square Error (RMSE), dan Mean Absolute Error
(MAE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model exponential (y =
2,2662e^0,0254DBH) terpilih untuk jenis pinus dan model quadratic (y = 1,6041 +
0,1979DBH - 0,0022DBH^2) terpilih untuk jenis agathis. Oleh karena itu, kedua
model dapat digunakan untuk menduga diameter tajuk berdasarkan DBH. | |