Show simple item record

dc.contributor.advisorImpron
dc.contributor.advisorRisdiyanto, Idung
dc.contributor.authorSAKTI, BIMA PRAMUDYA
dc.date.accessioned2026-07-23T00:43:45Z
dc.date.available2026-07-23T00:43:45Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175529
dc.description.abstractTanaman caisim (Brassica juncea L.) merupakan komoditas hortikultura yang pertumbuhannya bergantung pada ketersediaan air, terutama di wilayah lahan kering. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh sistem irigasi otomatis Subsurface Drip Irrigation (SDI) dan sprinkler terhadap pertumbuhan biomassa tanaman serta efisiensi penggunaan air (Water Use Efficiency/WUE) bibit caisim. Penelitian dilaksanakan di dalam screenhouse pada ketinggian 195 mdpl dengan suhu harian 23,50–29,30°C. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan otomasi penyiraman yang dikontrol pada rentang kadar air tanah 30% hingga 70%. Data yang dikumpulkan meliputi evapotranspirasi aktual, biomassa kering, dan nilai WUE. Hasil menunjukkan bahwa caisim dengan perlakuan sistem SDI memberikan nilai yang lebih unggul dengan berat kering 106,15 g/m2 dan efisiensi penggunaan air 13,46 g/l, dibandingkan dengan perlakuan sprinkler yang hanya memberikan nilai berat kering 93,25 g/m2 dan efisiensi penggunaan air 9,45 g/l. Perlakuan ini terbukti mampu menjaga kelembapan zona perakaran tetap stabil dan meminimalisasi kehilangan air akibat evaporasi permukaan. Temuan ini menegaskan pentingnya sistem SDI dalam mengoptimalkan produksi tanaman secara hemat air di lahan kering.
dc.description.abstractCaisim (Brassica juncea L.) is a horticultural crop whose growth is highly influenced by water availability, particularly in dryland areas. This study aimed to evaluate the effects of the Subsurface Drip Irrigation (SDI) and sprinkler irrigation systems on the growth and water use efficiency (WUE) of mustard greens seedlings. The study was conducted in a screenhouse at an elevation of 195 m above sea level with daily temperatures ranging from 23,50–29,30°C. A Randomized Block Design (RBD) was employed, with automated irrigation controlled to maintain soil moisture levels between 30% and 70%. Data collected included actual evapotranspiration, dry biomass, and WUE values. Results showed that the SDI system treatment yielded the highest dry weight 106,15 g/m2 and the best water use efficiency 13,46 g/l, compared to the sprinkler treatment, which yielded a dry weight of only 93,25 g/m² and a water use efficiency of 9,45 g/l. This treatment proved capable of maintaining stable moisture in the root zone and minimizing water loss due to surface evaporation. These findings underscore the importance of the SDI system in optimizing water use for dryland agriculture.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEfisiensi Penggunaan Air Tanaman Caisim (Brassica juncea L) pada Sistem Irigasi Otomatis Subsurface vs Sprinkler Berbasis Monitoring Kadar Air Tanahid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordCaisimid
dc.subject.keyworddrylandid
dc.subject.keywordlahan keringid
dc.subject.keywordsprinkler irrigation.id
dc.subject.keywordirigasi curahid
dc.subject.keywordsubsurface drip irrigationid
dc.subject.keywordirigasi tetes bawah permukaanid
dc.subject.keywordefisiensi penggunaan airid
dc.subject.keywordWater use efficiencyid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record