Pengembangan Kapasitas Perempuan melalui Unit Usaha Griya di Desa Wisata Nglanggeran Daerah Istimewa Yogyakarta
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
KARDINA, JESSI RAISA
Bonanza, Occy
Metadata
Show full item recordAbstract
Perempuan di Desa Wisata Nglanggeran berperan dalam pengelolaan griya cokelat, griya batik, dan griya spa, namun keterlibatan mereka masih terpusat pada level operasional sehingga diperlukan penguatan kapasitas untuk mendorong kemandirian manajerial. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi dan kinerja griya, kapasitas perempuan pengelola, pengembangan griya melalui optimalisasi kapasitas perempuan, serta menyusun media pengembangan peran perempuan sebagai luaran penelitian. Pendekatan kualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan analisis data berbasis reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan analisis SWOT. Kapasitas perempuan pengelola tercermin dalam tiga dimensi, yaitu adaptabilitas profesionalisme individu, literasi digital dan finansial mandiri, serta kepemimpinan kolaboratif, yang menunjukkan perempuan berperan sebagai penjamin kualitas produk, pengelola usaha adaptif, dan penyampai nilai budaya lokal, meskipun kapasitas tersebut belum setara dengan representasi perempuan pada level strategis. Strategi pengembangan dituangkan dalam panduan praktis “Srikandi Nglanggeran” sebagai instrumen penguatan kapasitas yang dapat digunakan secara mandiri oleh perempuan pengelola. Women in Nglanggeran Tourism Village manage three productive business units, namely Chocolate House, Batik House, and Spa House, yet their involvement remains concentrated at the operational level, necessitating capacity strengthening to promote managerial independence. This study aimed to analyze business unit conditions and performance, women managers’ capacity, griya development through the optimization of women’s capacity, and to formulate a role-development medium as a research output. A qualitative approach was employed through in-depth interviews, observation, and documentation studies, with data analyzed through reduction, presentation, conclusion drawing, and SWOT analysis. Women managers’ capacity was reflected in three dimensions, namely individual professional adaptability, independent digital and financial literacy, and collaborative leadership, showing that women act as quality guardians, adaptive managers, and bearers of local cultural values, although this capacity has not yet been matched by equal representation at the strategic level. Development strategies were compiled in the “Srikandi Nglanggeran” practical handbook as a capacity-building instrument for independent use by women managers.
Collections
- UF - Ecotourism [359]

