| dc.contributor.advisor | Mulya, Setyardi Pratika | |
| dc.contributor.advisor | Rustiadi, Ernan | |
| dc.contributor.author | FAJRI, MAHDI | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-22T13:27:47Z | |
| dc.date.available | 2026-07-22T13:27:47Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175469 | |
| dc.description.abstract | Large-scale infrastructure such as the Jakarta–Bandung High-Speed
Railway simultaneously stimulates regional growth while disrupting agrarian peri
urban communities. At Tegalluar Station, advancing Transit-Oriented Development
and Technopolis policies further threaten traditional farming livelihoods through
accelerated land conversion. Employing a mixed-methods approach integrating
multi-temporal spatial analysis (2016–2026), Cellular Automata-Markov Chain
modelling, and NVivo-analyzed qualitative fieldwork, this study systematically
tracks multitemporal and spatiotemporal land transitions and the socio-economic
displacement of surrounding traditional agrarian communities. Spatial analysis
reveals agricultural land contracted from 78.40% to 62.83% between 2016 and
2026, while built-up areas expanded from 13.85% to 23.33%, concentrated within
a 0.2-kilometre radius of the station. Qualitative findings expose involuntary
resettlement, rising living costs, and adaptive shifts toward formal employment.
Regulatory conflicts between TOD initiatives and the Sawah Abadi preservation
policy further compound conversion pressures. CA-Markov projections forecast
agricultural land declining to 46.39% and built-up environments expanding to
42.76% by 2036, offering policymakers a forward-looking framework for balancing
urbanisation with sustainable regional planning. | |
| dc.description.abstract | Infrastruktur berskala besar seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung secara
bersamaan mendorong pertumbuhan wilayah sekaligus mengganggu tatanan
masyarakat peri-urban agraris. Di Stasiun Tegalluar, dorongan kebijakan Transit
Oriented Development (TOD) dan Technopolis semakin mengancam mata
pencaharian pertanian tradisional melalui percepatan konversi lahan. Dengan
menggunakan pendekatan metode campuran yang mengintegrasikan analisis
spasial multitemporal (2016–2026), pemodelan Cellular Automata-Markov Chain
(CA-Markov), dan penelitian lapangan kualitatif yang dianalisis dengan NVivo,
studi ini secara sistematis melacak transisi lahan spasiotemporal dan ketergusuran
sosial-ekonomi dari komunitas petani di sekitarnya. Analisis spasial
mengungkapkan bahwa lahan pertanian menyusut dari 78,40% menjadi 62,83%
antara tahun 2016 dan 2026, sementara kawasan terbangun meluas dari 13,85%
menjadi 23,33%, yang terkonsentrasi dalam radius 0,2 kilometer dari stasiun.
Temuan kualitatif mengungkap adanya permukiman kembali secara paksa
(involuntary resettlement), peningkatan biaya hidup, dan pergeseran adaptif menuju
pekerjaan formal. Konflik regulasi antara inisiatif TOD dan kebijakan pelestarian
Sawah Abadi semakin memperburuk tekanan konversi lahan. Proyeksi CA-Markov
memperkirakan lahan pertanian akan terus menurun hingga 46,39% dan kawasan
terbangun akan meluas menjadi 42,76% pada tahun 2036, menawarkan kerangka
kerja berwawasan ke depan bagi para pembuat kebijakan untuk menyeimbangkan
urbanisasi dengan perencanaan wilayah yang berkelanjutan. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | PREDICTING AGRICULTURAL LAND CONVERSION AND SOCIO-ECONOMIC DISPLACEMENT INDUCED BY HIGH-SPEED RAIL STATION DEVELOPMENT (Case Study: Tegalluar Station, West Java) | id |
| dc.title.alternative | PREDIKSI KONVERSI LAHAN PERTANIAN DAN KETERGUSURAN SOSIAL EKONOMI YANG DIPICU OLEH PEMBANGUNAN STASIUN KERETA CEPAT (Studi Kasus Stasiun Tegalluar, Jawa Barat) | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | High-Speed Rail | id |
| dc.subject.keyword | Agricultural Land Conversion | id |
| dc.subject.keyword | CA-Markov | id |
| dc.subject.keyword | NVivo | id |
| dc.subject.keyword | Agrarian Livelihoods | id |
| dc.subject.keyword | Predictive Spatial Modelling | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |