Show simple item record

dc.contributor.advisorImpron
dc.contributor.authorFUADY, ASHFIYAA ZANJABILA
dc.date.accessioned2026-07-22T11:37:25Z
dc.date.available2026-07-22T11:37:25Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175455
dc.description.abstractPertumbuhan dan hasil tanaman mentimun dipengaruhi oleh kondisi iklim mikro, terutama suhu dan kadar air tanah yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan mulsa plastik dan mulsa jerami terhadap iklim mikro, pertumbuhan, dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan di Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University pada Desember 2025 hingga Maret 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan, yaitu tanpa mulsa (M0), mulsa jerami (M1), dan mulsa plastik (M2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa memengaruhi kondisi suhu tanah, kadar air tanah, dan albedo permukaan. Pengukuran suhu tanah yang dilakukan setiap tiga hari sekali pada pukul 09.00-10.00 WIB pada kedalaman sekitar 10 cm menunjukkan bahwa perlakuan M2 menghasilkan suhu tanah tertinggi, yaitu berkisar antara 24,6-32,9°C. Suhu tanah pada perlakuan M0 dan M1 masing-masing berkisar antara 23,7-30,7°C dan 23,2-30,2°C. Pengukuran albedo dilakukan satu kali pada awal periode pengamatan pukul 09.00-12.00 WIB dan menunjukkan bahwa M2 menghasilkan nilai albedo tertinggi, yaitu 0,6-0,7. Pengamatan kadar air tanah yang dilakukan pada pukul 12.00 WIB pada kedalaman sekitar 15 cm menunjukkan bahwa seluruh perlakuan mengalami fluktuasi selama masa pertumbuhan tanaman. Meskipun demikian, perlakuan M2 memiliki kadar air tanah rata-rata tertinggi sebesar 48,8%, diikuti M1 sebesar 43,0% dan M0 sebesar 40,0%. Kondisi iklim mikro pada M2 mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman, yang ditunjukkan oleh berat kering total tertinggi sebesar 100,9 g per tanaman, jumlah daun sebanyak 51 helai per tanaman, dan tinggi tanaman mencapai 228,3 cm pada umur delapan minggu setelah tanam. Perlakuan M2 juga menghasilkan produksi tertinggi, yaitu rata-rata 4 buah per tanaman dengan bobot buah segar sebesar 813,1 g per tanaman, meskipun perbedaan hasil antarperlakuan tidak berbeda nyata secara statistik. Secara umum, penggunaan mulsa plastik lebih efektif dibandingkan mulsa jerami maupun tanpa mulsa dalam memodifikasi kondisi iklim mikro tanah sehingga mendukung pertumbuhan dan meningkatkan hasil tanaman mentimun.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Mulsa Plastik dan Jerami Terhadap Iklim Mikro, Pertumbuhan, dan Hasil Tanaman Mentimunid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordiklim mikroid
dc.subject.keywordkelembaban tanahid
dc.subject.keywordmentimunid
dc.subject.keywordmulsaid
dc.subject.keywordsuhu tanahid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record