Studi Kasus: Monitoring Persembuhan Luka Kronis Pada Kucing Di Citrapet & Vet
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Laksono, Tri
Anggraeni, Henny Endah
Metadata
Show full item recordAbstract
Luka kronis pada kucing merupakan kerusakan jaringan yang mengalami hambatan dalam proses persembuhan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan perkembangan klinis luka kronis serta menjelaskan evaluasi rangkaian prosedur monitoring dan perawatan paramedis veteriner pada fase persembuhan luka. Pengumpulan data dilakukan dengan metode deskriptif dengan teknik observasi klinis menggunakan satu ekor kucing domestik berjenis jantan (blanco) berumur dua tahun, yang mengalami luka kronis pada bagian punggung. Monitoring luka menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT), parameter monitoring meliputi ukuran luka, tepi luka, jenis eksudat, warna sekitar luka, dan jaringan granulasi menggunakan instrumen penilaian objektif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari hari ke satu hingga hari ketiga tidak mengalami kemajuan. Intervensi berupa penggantian alas menjadi underpad serta pembersihan luka menggunakan chlorhexidine memberikan perubahan hari kelima ditandai dengan penurunan total score BWAT melalui parameter penurunan ukuran luka. Perbaikan warna jaringan dari merah tua ke merah muda, serta munculnya jaringan granulasi yang sehat dan epitelisasi pada tepi luka. Chronic wounds in cats are tissue damage that experiences obstacles in the healing process. This case study aims to identify the condition and clinical development of chronic wounds and explain the evaluation of a series of monitoring procedures and veterinary paramedic care in the wound healing phase. Data collection was carried out using a descriptive method with clinical observation techniques using a two-year-old male domestic cat (blanco), which had a chronic wound on the back. Wound monitoring used the Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT), monitoring parameters included wound size, wound edges, type of exudate, color around the wound, and granulation tissue using objective assessment instruments. The results of the observation showed that from day one to day three there was no progress. Intervention in the form of replacing the base with an underpad and cleaning the wound using chlorhexidine resulted in changes on day five marked by a decrease in the total BWAT score through parameters of decreasing wound size, improvement in tissue color from dark red to pink, and the appearance of healthy granulation tissue and epithelialization at the wound edges.

