Peran Mekanisme Ekman terhadap Kejadian Upwelling di Laut Timor pada Fase ENSO dan IOD
Abstract
Laut Timor merupakan wilayah strategis dalam sistem oseanografi
Indonesia karena berada pada jalur Indonesian Throughflow (ITF) dan
dipengaruhi oleh variabilitas iklim regional maupun global yang dapat
memodulasi dinamika upwelling serta produktivitas perairan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji variabilitas spasial dan temporal upwelling di Laut
Timor serta mengevaluasi peran mekanisme Ekman pada kondisi iklim yang
berbeda, khususnya El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean
Dipole (IOD) selama periode 2010-2022. Analisis dilakukan menggunakan
data reanalysis ERA5 dan data konsentrasi klorofil-a NASA OceanColor.
Ekman Transport (ET) dan Ekman Pumping Velocity (EPV) digunakan untuk
mengkarakterisasi mekanisme fisik pengontrol upwelling. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa upwelling memiliki pola musiman yang kuat dengan
intensitas maksimum terjadi selama monsun tenggara atau Juni-Agustus yang
ditandai dengan penurunan suhu permukaan laut (SST) dan peningkatan
konsentrasi klorofil-a. ET menunjukkan peran yang lebih luas secara spasial,
sedangkan EPV menunjukkan pengaruh yang lebih lokal. Hasil analisis
statistik menunjukkan adanya hubungan negatif antara ET dan SST serta
hubungan negatif yang lebih kuat antara SST dan klorofil-a yang menunjukkan
adanya keterkaitan antara proses fisik laut dan respons biologis. Analisis lag-
correlation menunjukkan adanya hubungan temporal antara ET, SST, dan
klorofil-a, dengan perubahan ET dan SST memiliki selisih waktu sekitar satu
bulan, sedangkan respons SST dan klorofil-a berlangsung dalam selang waktu
yang relatif berdekatan. Selain itu, ENSO dan IOD memiliki keterkaitan
dengan variabilitas konsentrasi klorofil-a selama periode JJA dengan pola
hubungan spasial yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa studi
pemantauan upwelling di masa mendatang perlu mempertimbangkan interaksi
antara mekanisme lokal Ekman dan variabilitas iklim global. Timor Sea is strategically located along the Indonesian
Throughflow (ITF) pathway and is influenced by regional and global climate
variability that can modulate upwelling dynamics and marine productivity.
This study investigates the spatial and temporal variability of upwelling in the
Timor Sea and evaluates the role of Ekman mechanisms under different
climate conditions, particularly El Niño-Southern Oscillation (ENSO) and the
Indian Ocean Dipole (IOD), during the period of 2010-2022. The analysis uses
ERA5 reanalysis and NASA OceanColor chlorophyll-a data. Ekman Transport
(ET) and Ekman Pumping Velocity (EPV) are used to characterize the physical
drivers of upwelling. The results show that upwelling exhibits a strong
seasonal pattern, with maximum intensity during the southeast monsoon (June-
August), characterized by decreased SST and increased chlorophyll-a
concentration. ET shows a broader spatial role, whereas EPV has a more
localized influence. Statistical analyses reveal a negative relationship between
ET and SST and a stronger negative relationship between SST and chlorophyll-
a, indicating a connection between physical ocean processes and biological
responses. Lag correlation shows that ET precedes SST by about one month,
followed by an increase in chlorophyll-a, indicating a sequential physical-
biological response within the upwelling system. In addition, ENSO and IOD
are associated with chlorophyll-a variability during JJA, with different spatial
patterns of correlation. These findings suggest that future upwelling studies and
monitoring effortsshould integrate local Ekman mechanisms and global-scale
climate variability.

