| dc.description.abstract | Lahan pascatambang batubara merupakan lahan terdegradasi yang memiliki karakteristik pH masam, kandungan bahan organik rendah, ketersediaan hara terbatas, serta aktivitas mikroba yang rendah, sehingga kurang mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Di sisi lain, kebutuhan hijauan pakan ternak terus meningkat seiring perkembangan sektor peternakan ruminansia. Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan tanaman pakan yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi lingkungan marginal, toleran terhadap kekeringan, efisien dalam penggunaan air, serta mampu menghasilkan biomassa tinggi dengan kandungan nutrisi yang baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembenah tanah, pemupukan nitrogen, dan aplikasi mikoriza dalam meningkatkan produktivitas, kualitas nutrisi, serta kecernaan sorgum sebagai hijauan pakan pada lahan pascatambang batubara.
Penelitian ini terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai jenis pembenah tanah terhadap perbaikan sifat kimia dan biologi tanah lahan pascatambang batubara serta pengaruhnya terhadap morfologi, biomassa, dan kualitas hijauan sorgum Bioguma-2. Perlakuan yang digunakan meliputi kontrol (tanpa pembenah tanah), asam humat, dolomit, kompos, serta kombinasi ketiganya. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P, K, kapasitas tukar kation (KTK), total mikroorganisme tanah, populasi Azotobacter sp., tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang dan lebar daun, jumlah anakan, biomassa segar, biomassa kering, serta kandungan nutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi amelioran (asam humat + dolomit + kompos) memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan kesuburan tanah, dengan peningkatan pH dari kondisi sangat masam menjadi mendekati netral, serta peningkatan signifikan kandungan C-organik, nitrogen, fosfor, kalium, dan KTK. Selain itu, aplikasi pembenah tanah juga meningkatkan total mikroorganisme tanah dan populasi Azotobacter sp., yang menunjukkan adanya perbaikan aktivitas biologis tanah dan peningkatan kondisi lingkungan yang lebih mendukung pertumbuhan mikroba. Hal ini menunjukkan adanya efek sinergis antara amelioran organik dan anorganik dalam memperbaiki kualitas tanah pada lahan pascatambang batubara.
Sementara itu perlakuan kombinasi amelioran lengkap (asam humat, dolomit, dan kompos) menghasilkan pertumbuhan tanaman terbaik, dengan tinggi tanaman mencapai lebih dari 215 cm, diameter batang yang lebih besar, serta jumlah daun yang lebih banyak dibandingkan perlakuan lainnya. Produksi biomassa segar tertinggi mencapai sekitar 40,84 ton ha?¹ dan biomassa kering 13,26 ton ha?¹ pada panen pertama. Namun, terjadi penurunan produksi pada ratun berikutnya, yang menunjukkan keterbatasan ketersediaan hara dan penurunan vigor tanaman pada sistem ratun di lahan marginal.
Tahap kedua bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dosis pupuk nitrogen (urea) dan aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terhadap pertumbuhan, produksi, dan kualitas nutrisi sorgum varietas Samurai. Parameter yang diamati meliputi karakteristik agronomi, produksi biomassa, serta kandungan nutrisi seperti protein kasar, serat kasar, dan lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis nitrogen memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan biomassa dan kandungan protein kasar, sedangkan aplikasi mikoriza meningkatkan efisiensi serapan hara, terutama fosfor. Kombinasi nitrogen dan FMA memberikan efek sinergis dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman pada lahan pascatambang batubara.
Tahap ketiga bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan dosis pupuk urea terhadap kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organic (KcBO), serta karakteristik fermentasi rumen sorgum varietas Samurai-1 secara in vitro. Parameter yang diamati meliputi KcBK), KcBO, serta parameter fermentasi rumen seperti pH, NH3, dan VFA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sorgum yang dihasilkan memiliki nilai kecernaan yang baik dan mampu mendukung fermentasi rumen secara optimal. Kandungan protein kasar berkisar antara 13–14%, dengan serat kasar yang relatif lebih rendah pada perlakuan kombinasi amelioran, sehingga meningkatkan kualitas pakan.
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pembenah tanah terutama kombinasi asam humat, dolomit, dan kompos mampu memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah secara signifikan, meningkatkan total mikroorganisme tanah dan populasi Azotobacter sp., meningkatkan pertumbuhan dan produksi biomassa sorgum, serta meningkatkan kualitas nutrisi hijauan pakan. Penambahan pupuk nitrogen dan aplikasi FMA semakin memperkuat peningkatan produktivitas dan kualitas pakan. Selain itu, budidaya sorgum juga berkontribusi terhadap peningkatan kesuburan biologis tanah melalui peningkatan kandungan bahan organik dan aktivitas mikroorganisme.
Dengan demikian, integrasi pembenah tanah, pemupukan nitrogen, dan mikoriza merupakan strategi yang efektif dalam pemanfaatan lahan pascatambang batubara untuk produksi hijauan pakan ternak secara berkelanjutan. | |