Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat melalui Pengembangan Budidaya Ikan Kerapu di Desa Kabita Togo, Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Wibisono, Adhitya
Ramadhani, Dian Eka
Mulya, Muhammad Arif
Metadata
Show full item recordAbstract
Kegiatan proyek akhir ini bertujuan memberdayakan Masyarakat Hukum Adat melalui pengembangan budidaya ikan kerapu berbasis Capture-Based Grow-Out Aquaculture di Desa Kabita Togo, Wakatobi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi identifikasi potensi sumber daya perikanan dan akses pasar, pelatihan dan pendampingan masyarakat, penguatan kelembagaan kelompok, pembangunan sarana budidaya, pelaksanaan budidaya, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas teknis, manajerial, dan kelembagaan masyarakat yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test sebesar 37,40%. Program berhasil membentuk Kelompok Budidaya Perikanan Maju Jaya, menyusun AD/ART dan SOP budidaya, membangun sarana budidaya, serta melaksanakan budidaya ikan kerapu menggunakan benih hasil tangkapan alam. Tingkat partisipasi masyarakat tergolong tinggi dan seluruh indikator keberhasilan program berhasil dicapai. Pendekatan ini berpotensi mendukung keberlanjutan usaha budidaya dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. This final project aimed to empower Indigenous Communities through the development of grouper aquaculture based on Capture-Based Grow-Out Aquaculture in Kabita Togo Village, Wakatobi Regency. The activities implemented included the identification of fisheries resource potential and market access opportunities, community training and mentoring, strengthening of group institutions, construction of aquaculture facilities, implementation of aquaculture activities, and program evaluation. The results showed improvements in the technical, managerial, and institutional capacities of the community, as indicated by a 37.40% increase in the average pre-test and post-test scores. The program successfully established the Maju Jaya Fish Farming Group, developed the group’s bylaws and standard operating procedures, constructed aquaculture facilities, and implemented grouper farming using wild-caught juveniles. Community participation was categorized as high, and all program success indicators were achieved. This approach has the potential to support the sustainability of aquaculture enterprises and enhance the economic independence of coastal communities.

