Show simple item record

dc.contributor.advisorHakim, Dedi Budiman
dc.contributor.advisorFalatehan, A. Faroby
dc.contributor.authorYusuf, Firmansyah
dc.date.accessioned2026-07-20T08:26:10Z
dc.date.available2026-07-20T08:26:10Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175165
dc.description.abstractAbstrak : Sistem Informasi Pemerintahan Daerah atau SIPD adalah pengelolaan informasi pembangunan daerah, informasi keuangan daerah, dan informasi pemerintahan daerah lainnya yang saling terhubung untuk dimanfaatkan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah. SIPD diciptakan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk mengintegrasikan berbagai sistem dan data pemerintahan daerah yang sebelumnya terpisah dan jalan masing-masing dalam mengelola data dan informasi. SIPD muncul sebagai solusi platform digital terintegrasi data dan informasi pemerintahan daerah dalam satu sistem yang terpadu dan digunakan dari awal perencanaan, anggaran, keuangan dan berbagai fungsi pemerintahan lainnya. Provinsi Gorontalo sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan potensi pembangunan yang terus berkembang, menghadapi tantangan besar dalam menerapkan SIPD secara optimal. Lima Tahun dari awal memperkenalkan SIPD di Provinsi Gorontalo masih belum bisa menjadikan SIPD sebagai sistem yang digunakan sepenuhnya dalam proses perencanaan dan penganggaran. Masalah seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi yang belum merata, serta minimnya komitmen kelembagaan masih menjadi penghambat dalam proses digitalisasi pemerintahan. Penelitian ini memiliki tujuan 1). Menguraikan kondisi penerapan SIPD di Provinsi Gorontalo, 2) Menganalisis faktor utama yang mempengaruhi penerapan SIPD di Provinsi Gorontalo, dan 3) Merumuskan strategi peningkatan penerapan SIPD di Provinsi Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dalam mengidentifikasi kondisi penerapan SIPD di Provinsi Gorontalo melalui persepsi responden, menggunakan alat ukur SEM-PLS dalam menganalisis faktor yang mempengaruhi penerapan SIPD serta perumusan strategi menggunakan Muticriteria Policy (MULTIPOL). SEM dan MULTIPOL dalam penelitian ini membuktikan konsistensi yang kuat. Apa yang ditunjukkan SEM sebagai faktor signifikan secara statistik terkonfirmasi kembali sebagai prioritas strategis yang dominan dalam MULTIPOL. Kapasitas SDM terbukti sebagai faktor paling menentukan dalam penerapan SIPD dilanjutkan dengan komitmen dan dukungan organisasi menempati posisi kedua yang menegaskan bahwa dukungan kelembagaan tetap menjadi fondasi penting dalam adopsi sistem informasi. Kesiapan Teknologi, meskipun berpengaruh positif, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik yang mengindikasikan bahwa aspek teknologi sudah berada pada kondisi yang cukup, bukan lagi hambatan utama. Strategi transfer pengetahuan (S9), sertifikasi kompetensi (S10), dan klinik SIPD/helpdesk (S7) secara konsisten menempati posisi tertinggi dalam relativitas terhadap kebijakan. Ketiga strategi ini mencerminkan investasi pada manusia, pada kemampuan, kepercayaan diri, dan kebiasaan kerja aparatur. Kata Kunci : Sistem Informasi Pemerintahan Daerah, Provinsi Gorontalo, kesiapan teknologi, kapasitas SDM, komitmen dan dukungan organisasi
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI PEMERINTAH DAERAH (SIPD) DI PROVINSI GORONTALOid
dc.title.alternativeEVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE LOCAL GOVERNMENT INFORMATION SYSTEM (SIPD) IN GORONTALO PROVINCE
dc.typeTesis
dc.subject.keywordsistem informasi pemerintahan daerahid
dc.subject.keywordProvinsi Gorontaloid
dc.subject.keywordKesiapan Teknologiid
dc.subject.keywordkapasitas SDMid
dc.subject.keywordkomitmen dan dukungan organisasiid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record