Efektivitas Kombinasi Daun Lidah Buaya (Aloe vera) dengan Bunga Telang (Clitoria ternatea) sebagai Analgesik dan Antiinflamasi
Abstract
Nyeri dan peradangan merupakan respons biologis yang dapat menurunkan kesejahteraan, sehingga diperlukan terapi yang efektif dan aman. Penggunaan obat herbal seperti lidah buaya (Aloe vera) dan bunga telang (Clitoria ternatea) berpotensi sebagai alternatif karena mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang bersifat analgesik dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi infusa kedua tanaman tersebut sebagai agen analgesik dan antiinflamasi pada mencit. Penelitian eksperimental dilakukan menggunakan 20 ekor mencit jantan galur DDY (Deutschland Denken Yoken) yang dibagi menjadi empat kelompok (Kontrol, 1%, 5%, dan 10%). Uji analgesik dilakukan dengan metode Tail Flick Immersion Test, sedangkan uji antiinflamasi menggunakan metode induksi karagenan 1%. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi infusa memberikan efek analgesik dan antiinflamasi yang berbeda nyata antar kelompok kontrol dan kelompok perlakuan konsentrasi 10%. Pain and inflammation are biological responses that impair welfare and require effective and safe management. Herbal medicines such as Aloe vera and Clitoria ternatea are potential alternatives due to their bioactive compounds,
including flavonoids, alkaloids, and saponins, which possess analgesic and anti-inflammatory properties. This study evaluated the effectiveness of a combination infusion of Aloe vera leaves and Clitoria ternatea flowers in mice. Twenty male DDY mice (Deutschland Denken Yoken) were randomly divided into four groups (Control, 1%, 5%, and 10%). Analgesic activity was assessed using the Tail Flick Immersion Test, and anti-inflammatory activity was evaluated using carrageenan-induced paw edema. Data were analyzed using ANOVA followed by Tukey’s test. The results showed significant analgesic and anti-inflammatory effects, with the 10% concentration group significantly reducing pain and inflammation compared with the control group. Therefore, the 10% combination infusion was considered effective as a natural analgesic and anti-inflammatory agent.

