| dc.description.abstract | Kuda olahraga memiliki tuntutan aktivitas fisik tinggi yang memicu adaptasi kardiovaskular (athlete’s heart) yang dalam beberapa kasus dapat menyerupai kondisi patologis. Kuda polisi yang menjalani latihan dan aktivitas rutin dengan tuntutan performa tinggi juga berpotensi mengalami adaptasi serupa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi jantung kuda olahraga polisi aktif di Indonesia melalui pendekatan non-invasive menggunakan elektrokardiografi dan ekokardiografi, serta pendekatan semi-invasive melalui pemeriksaan aktivitas creatine kinase-MB (CK-MB). Ketiga pemeriksaan tersebut digunakan untuk menilai aktivitas listrik, struktur dan fungsi jantung, serta memberikan informasi pendukung mengenai kondisi kardiovaskular pada akhir periode pengamatan.
Penelitian ini menggunakan 10 ekor kuda olahraga polisi ras Warmblood jantan dewasa kebiri (gelding) berusia 6 - 10 tahun (8,50 ± 1,18 tahun) milik Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri, Kelapa Dua, Depok, yang menjalani latihan rutin. Pemeriksaan elektrokardiografi dan ekokardiografi dilakukan pada November 2025 dan Februari 2026, sedangkan pemeriksaan biomarker CK-MB dilakukan pada Februari 2026. Parameter yang diamati meliputi aktivitas listrik jantung, struktur dan fungsi jantung, serta aktivitas CK-MB. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rataan, simpangan baku dan rentang serta dievaluasi secara longitudinal antarperiode pengamatan. Hubungan antara hasil elektrokardiografi dan ekokardiografi dikaji melalui grafik, sedangkan CK-MB digunakan sebagai data pendukung.
Hasil elektrokardiografi menunjukkan irama sinus dengan variasi ritme yang masih mencerminkan aritmia fisiologis pada kuda terlatih, dengan heart rate berkisar 30 - 70 bpm tanpa gangguan konduksi maupun aritmia patologis. Variasi gelombang T berupa positif, negatif dan bifasik masih berada dalam batas fisiologis. Evaluasi longitudinal menunjukkan sebagian besar parameter kardiovaskular relatif stabil antar periode pengamatan. Pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan dimensi dan fungsi jantung berada dalam kisaran normal, dengan nilai fractional shortening (FS) dan ejection fraction (EF) yang mencerminkan fungsi sistolik ventrikel kiri yang baik serta adaptasi terhadap latihan rutin. Analisis antar parameter menunjukkan adanya keterkaitan fisiologis antara aktivitas listrik dan fungsi jantung. Pemeriksaan aktivitas CK-MB pada Februari 2026 menunjukkan nilai 90,0 - 170,4 U/L dengan rataan 122,87 ± 22,75 U/L sebagai parameter pendukung dalam mengevaluasi respons miokard terhadap aktivitas fisik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter kardiovaskular kuda olahraga polisi aktif ras Warmblood jantan dewasa kebiri (gelding) berada dalam kondisi fisiologis normal dan perubahan yang teramati lebih mencerminkan adaptasi terhadap latihan dibandingkan proses patologis. Pendekatan kombinasi non-invasive dan semi-invasive memberikan evaluasi yang lebih komprehensif terhadap fungsi jantung kuda olahraga di Indonesia. | |