Pengembangan Sistem Presensi Terintegrasi dengan Pengajuan Cuti di PT Hanampi Sejahtera Kahuripan
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
RIANI, LUTFI
Renanti, Medhanita Dewi
Kuntari, Wien
Metadata
Show full item recordAbstract
PT Hanampi Sejahtera Kahuripan masih menerapkan proses pengajuan cuti
secara manual menggunakan formulir kertas sehingga menyebabkan keterlambatan
persetujuan, penumpukan dokumen, dan kurang efisiennya pengelolaan data.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan fitur pengajuan cuti yang terintegrasi
dengan sistem presensi berbasis web dan menghubungkan data pengajuan cuti
dengan rekapitulasi kehadiran karyawan secara otomatis. Metode pengembangan
yang digunakan adalah prototyping agar sistem dapat disesuaikan dengan
kebutuhan pengguna. Sistem yang dikembangkan memungkinkan pengajuan cuti
dilakukan secara digital dan terintegrasi dengan data presensi karyawan. Hasil
pengujian black box testing menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 100%.
Pengujian User Acceptance Testing (UAT) yang terdiri atas pengujian fungsional
dan nonfungsional menunjukkan hasil dengan kategori “Sangat Baik”. UAT
fungsional memperoleh nilai sebesar 90,5%, sedangkan UAT nonfungsional
memperoleh nilai sebesar 91,7%, sehingga sistem dinyatakan layak untuk
diimplementasikan. PT Hanampi Sejahtera Kahuripan still implements a manual leave request
process using paper-based forms, resulting in approval delays, document
accumulation, and inefficient data management. This study aims to develop a leave
request feature integrated with a web-based attendance system and to automatically
link leave request data with employee attendance recapitulation. The prototyping
development method was employed to ensure that the system could be tailored to
user requirements. The developed system enables employees to submit leave
requests digitally while integrating the requests with attendance data. The results of
the black-box testing demonstrated a 100% success rate. The User Acceptance
Testing (UAT), consisting of both functional and non-functional testing, yielded
results in the "Very Good" category. The functional UAT achieved a score of 90.5%,
while the non-functional UAT achieved a score of 91.7%, indicating that the system
is suitable for implementation.

