Show simple item record

dc.contributor.advisorRustiadi, Ernan
dc.contributor.advisorWidiatmaka
dc.contributor.advisorFauzi, Akhmad
dc.contributor.authorRiyadi, Dodi Slamet
dc.date.accessioned2026-07-20T01:26:56Z
dc.date.available2026-07-20T01:26:56Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175075
dc.description.abstractPercepatan pembangunan di Provinsi Jawa Timur telah meningkatkan tekanan terhadap daya dukung lingkungan hidup (DDLH), yang ditandai oleh ekspansi kawasan terbangun, konversi lahan pertanian, deforestasi, dan degradasi kawasan hulu DAS. Kondisi ini menyebabkan penurunan kapasitas ekologis, meningkatnya risiko bencana hidrometeorologis, serta kesenjangan antara rencana tata ruang dan kondisi biofisik aktual. Meskipun DDLH telah diamanatkan dalam regulasi penataan ruang dan lingkungan hidup, implementasinya masih bersifat normatif dan belum menjadi dasar operasional dalam pengambilan keputusan spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integrasi DDLH sebagai ecological constraints dalam penataan ruang wilayah melalui pendekatan yang mengintegrasikan System Dynamics, Spatial Dynamics Model berbasis Cellular Automata-Markov (CA-Makov), MICMAC, MACTOR, dan MULTIPOL. Pendekatan ini digunakan untuk menganalisis dinamika penggunaan lahan, mengidentifikasi variabel kunci dan aktor strategis, serta mengevaluasi alternatif kebijakan dalam berbagai skenario pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan wilayah Jawa Timur sangat dipengaruhi oleh sumber daya air, kemampuan lahan, jasa ekosistem, ekoregion, variabilitas iklim, dan penegakan hukum. Tiga skenario kebijakan dikembangkan, yaitu business as usual (BAU), gradual ecological adaptation (GEA), dan progressive ecological control (PEC). Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario PEC memberikan kinerja terbaik dalam menjaga keseimbangan ekologis melalui pengendalian alih fungsi lahan, perlindungan kawasan lindung, dan konservasi kawasan hulu DAS. Simulasi pola ruang RTRW Jawa Timur tahun 2043 juga menunjukkan peningkatan kawasan lindung secara signifikan pada skenario PEC dibandingkan dengan skenario BAU dan GEA. Penelitian ini menghasilkan model Ecological Constraints-Based Spatial Planning yang menempatkan DDLH sebagai batasan ekologis operasional dalam perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian ruang. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi pendekatan sistem, dinamika spasial, analisis aktor, dan evaluasi kebijakan ke dalam satu kerangka analitis yang mampu menghubungkan kapasitas ekologis dengan keputusan tata ruang secara dinamis. Model ini menawarkan transformasi paradigma dari demand-based spatial planning menuju Ecological Constraints-Based Spatial Planning untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan berkeadilan ekologis.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleMODEL INTEGRASI DAYA DUKUNG LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENATAAN RUANG WILAYAH PROVINSI JAWA TIMURid
dc.title.alternative
dc.typeDisertasi
dc.subject.keywordDaya Dukung Lingkungan Hidupid
dc.subject.keywordPenataan Ruangid
dc.subtypeDissertations


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record