| dc.description.abstract | Bambu merupakan tanaman cepat tumbuh dan material yang berpotensi menggantikan kayu sebagai bahan baku kontruksi dengan keberlanjutan yang baik. Sampai saat ini, pemilahan batang bambu sejak masih dilakukan dengan cara tradisional, yaitu secara visual subjektif yang gagal menjamin kualitas mekanik batang bambu secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi model prediksi sifat mekanis lentur batang bambu menggunakan metode nondestrutif berbasis akustik dibandingkan dengan metode nondestruktif berbasis defleksi, serta untuk melihat pengaruh karakteristik batang bambu (dimensi, geometri, dan sifat fisis) terhadap sifat mekanis lentur batang bambu. Penelitian ini menggunakan 30 batang bambu yang terdiri dari 15 batang bambu betung (Dendrocalamus asper) dan 15 batang bambu tali (Giganthocloa apus). Pengujian nondestruktif berbasis akustik pada batang bambu berdiri dilakukan menggunakan Fakopp® Microsecond Timer, sedangkan pengujian non- destruktif berbasis defleksi diterapkan pada batang bambu yang telah ditebang pada bentang 6 m. Pengujian lentur statis mengikuti ISO 22157-2019 menggunakan UTM-Baldwin® memberikan nilai mekanik referensi untuk kekakuan lentur (E) dan kapasitas lentur (EI). Metode NDT berbasis akustik dan defleksi menghasilkan model prediksi yang signifikan secara statistik (p-value < 0,05), dengan kapasitas lentur (EI) secara konsisten mengungguli kekakuan lentur (E) sebagai prediktor di kedua pendekatan. Kapasitas dinamis pada batang bambu berdiri (???????? ) merupakan prediktor terbaik untuk menduga nilai kapasitas tampak (?????????? ) dan kapasitas murni (???????????? ) pada metode berbasis akustik dengan R² = 84,59%–94,26%. Sementara itu, kekakuan lentur dinamis pada batang bambu berdiri ( ?????? ) dapat memprediksi kekakuan lentur statis dengan R² = 37,57% untuk kekakuan lentur tampak dan R² = 36,99% untuk kekakuan lentur murni. Metode NDT berbasis defleksi menghasilkan R² = 69,46%–82,72% di seluruh posisi batang, menunjukkan akurasi prediksi kekakuan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan metode akustik. Karakteristik batang bambu yang paling berpengaruh terhadap kekakuan lentur, kapasitas, dan kekuatan batang bambu adalah diameter, tebal dinding, eksternal taper dan kerapatan linear. Hasil ini menegaskan bahwa pengujian nondestruktif berbasis akustik pada batang bambu berdiri dapat memprediksi sifat lentur mekanik secara andal, menawarkan alternatif yang lebih praktis dan objektif untuk pemilahan secara visual dalam penilaian struktural pada konstruksi berbasis bambu. | |