| dc.description.abstract | Pegagan (Centella asiatica) dan kunyit (Curcuma longa) merupakan herbal potensial, sebagai bahan pengobatan tradisional dengan efek sinergis apabila dikombinasikan. Pegagan mengandung terpenoid, flavonoid, triterpenoid, dan glikosida, berperan dalam regenerasi sel, sedangkan kunyit mengandung kurkumin, minyak atsiri, dan mineral esensial yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Meskipun kombinasi keduanya telah banyak digunakan, kajian mengenai profil keamanannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai lethal dose 50 (LD50) dan mengevaluasi toksisitas akut kombinasi infusa herba pegagan dan rimpang kunyit pada mencit (Mus musculus). 20 ekor mencit betina galur ddY berbobot 20–30 g dibagi ke dalam satu kelompok kontrol dan empat kelompok perlakuan yang menerima dosis secara peroral sebesar 1, 5, 10, dan 15 g/kg BB menggunakan sonde lambung. Pengamatan dilakukan selama 14 hari meliputi mortalitas, gejala klinis, respons fisiologis, bobot badan, serta bobot organ absolut dan relatif. Nilai LD50 berdasarkan analisis probit diperoleh sebesar 11,88 g/kg BB. Mortalitas terjadi pada kelompok dosis 10 g/kg BB (75%) dan 15 g/kg BB (50%), dosis rendah tidak menyebabkan kematian. Perbedaan signifikan pada bobot organ pencernaan menunjukkan toksisitas muncul pada dosis tinggi. Berdasarkan klasifikasi toksisitas akut oral Frank Lu, kombinasi infusa herba pegagan dan kunyit tergolong toksik ringan, penggunaannya tetap memerlukan perhatian terhadap batas dosis aman. | |