Uji Efektivitas Kombinasi Infusa Daun Salam (Syzygium polyanthum) dan Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Antiinflamasi dan Analgesik pada Mencit
Abstract
Penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) jangka panjang berisiko
merusak saluran cerna dan ginjal. Daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun
kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti
flavonoid, eugenol, quercetin, tanin, saponin, dan steroid yang berpotensi sebagai
antiinflamasi dan analgesik. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas kombinasi
infusa daun salam dan daun kelor pada konsentrasi 1%, 5%, 10%, dan 15% sebagai
antiinflamasi dan analgesik pada mencit. Uji antiinflamasi dilakukan melalui model
edema subplantar terinduksi karagenan 1% yang diukur dengan pletismometer pada
jam ke-0, 3, 6, dan 9. Uji analgesik menggunakan metode tail flick immersion test
pada suhu 50 ± 2 °C pada jam ke-0, 4, 8, dan 12. Data dianalisis dengan ANOVA
satu arah dan uji Tukey (a = 0,05). Hasil menunjukkan kombinasi infusa memiliki
aktivitas antiinflamasi dan analgesik yang signifikan (p<0,05) dibandingkan
kelompok kontrol, yang ditunjukkan oleh penurunan edema dan peningkatan
ambang nyeri. Konsentrasi infusa 15% memberikan aktivitas paling efektif. Long-term use of nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) may cause
gastrointestinal and renal damage. Bay leaves (Syzygium polyanthum) and Moringa
leaves (Moringa oleifera) are known to contain secondary metabolites, including
flavonoids, eugenol, quercetin, tannins, saponins, and steroids, which possess
potential anti-inflammatory and analgesic properties. This study aimed to evaluate
the anti-inflammatory and analgesic activities of a combination infusion of bay
leaves and Moringa leaves at concentrations of 1%, 5%, 10%, and 15% in mice.
Anti-inflammatory activity was evaluated using a 1% carrageenan-induced
subplantar edema model, with paw edema volume measured using a
plethysmometer at 0, 3, 6, and 9 hours after carrageenan induction. Analgesic
activity was assessed using the tail-flick immersion test at 50 ± 2 °C at 0, 4, 8, and
12 hours. Data were analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA)
followed by Tukey's post hoc test (a = 0.05). The results demonstrated that the
combination infusion exhibited significant anti-inflammatory and analgesic
activities (p<0.05) compared with the control group, as indicated by reduced edema
and an increased pain threshold. The 15% infusion exhibited the greatest anti
inflammatory and analgesic activities.

