| dc.contributor.advisor | Nurhayati, Ati Dwi | |
| dc.contributor.author | Onasya, Ulung | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-17T07:48:43Z | |
| dc.date.available | 2026-07-17T07:48:43Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174980 | |
| dc.description.abstract | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi hampir setiap tahun di Indonesia khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir mengalami kebakaran seluas 377.333 ha pada tahun 2015. Hampir 99% penyebab kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia disebabkan oleh manusia sehingga diperlukan pencegahan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian kebakaran hutan dan lahan, pelaksanaan patroli, dan upaya pencegahan di Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan di Kantor Manggala Agni Daops SUM XVII OKI, Kayuagung. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi. Data sekunder berupa jumlah hotspot, luas kebakaran, dan data curah hujan. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis hotspot dan area terbakar di Kabupaten OKI menunjukkan bahwa pada tahun 2015, 2019 dan 2023 memiliki jumlah hotspot dan area terbakar yang tinggi. Patroli pencegahan dilakukan melalui dua mekanisme. Patroli mandiri dilaksanakan oleh 5 personil Manggala Agni selama 10 hari sedangkan patroli terpadu dilaksanakan dengan melibatkan Manggala Agni, TNI, POLRI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) selama 30 hari. Upaya pencegahan kebakaran yang dilakukan selama patroli antara lain pembentukan MPA dan pemanfaatan limbah kayu berupa pembuatan cuka kayu. | |
| dc.description.abstract | Forest and land fires (karhutla) occur almost every year in Indonesia, with
Ogan Komering Ilir District recording 377,333 ha burned in 2015. As nearly 99%
of the fires are human-induced, community-based prevention is essential. This
study analyzed fire incidents, patrol operations, and prevention efforts in OKI
District, South Sumatra. Primary data were collected through interviews and
observations, while secondary data included hotspots, burned areas, and rainfall
data. A qualitative descriptive approach was used. The results showed that 2015,
2019, and 2023 had the highest numbers of hotspots and burned areas. Prevention
patrols involved independent patrols by five Manggala Agni personnel for 10 days
and integrated patrols bby involving with Manggala Agni, TNI, POLRI, and
Masyarakat Peduli Api (MPA) for 30 days. Prevention efforts included establishing
MPA and utilizing wood waste to produce wood vinegar. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Patroli dalam Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan | id |
| dc.title.alternative | Patrols to Prevent Forest and Land Fires in OKI District South Sumatra Province | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | kebakaran hutan dan lahan | id |
| dc.subject.keyword | Manggala Agni | id |
| dc.subject.keyword | patroli | id |
| dc.subject.keyword | pencegahan | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |