Gambaran Histopatologi Hepar Tikus Putih pada Uji Toksisitas Subkronik Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata)
Abstract
Ketepeng cina (Cassia alata) merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai aktivitas biologis, namun keamanannya dalam penggunaan jangka panjang perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi gambaran histopatologi hepar tikus putih pada uji toksisitas subkronik ekstrak daun ketepeng cina. Penelitian menggunakan 36 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dan betina yang dibagi menjadi enam kelompok, dengan pemberian ekstrak secara oral selama 28 hari pada dosis 100, 300, dan 900 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi makroanatomi, bobot relatif hepar, dan gambaran histopatologi. Hasil menunjukkan bahwa secara makroanatomi hepar tampak normal, dengan warna merah kecokelatan, permukaan halus, dan bentuk berlobus jelas, serta tidak terdapat perbedaan signifikan bobot relatif hepar antar kelompok (P > 0,05). Pada gambaran histopatologi ditemukan kongesti, infiltrasi sel radang, dan nekrosis pada seluruh kelompok, termasuk kelompok kontrol. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan (P < 0,05) antar kelompok, tetapi perubahan histopatologi yang diamati tidak menunjukkan pola hubungan dosis–respons yang konsisten maupun pola toksisitas yang bergantung pada dosis. Dengan demikian, pemberian ekstrak daun ketepeng cina hingga dosis 900 mg/kgBB belum menunjukkan efek toksik yang signifikan terhadap hepar. Cassia alata is a medicinal plant known for its various biological activities; however, its safety for long-term use still needs to be evaluated. This study aimed to determine the histopathological features of the liver in white rats following a subchronic toxicity test of Cassia alata leaf extract. A total of 36 male and female white rats (Rattus norvegicus) were divided into six groups and administered the extract orally for 28 days at doses of 100, 300, and 900 mg/kg body weight. The observed parameters included macroscopic morphology, relative liver weight, and histopathological features. The results showed that macroscopically, the liver appeared normal in all groups, characterized by a reddish-brown color, smooth surface, and well-defined lobular structure, with no significant differences in relative liver weight among groups (P>0.05). Microscopically, congestion, inflammatory cell infiltration, and necrosis were observed in all groups, including the control group. Statistical analysis revealed significant differences (P < 0.05) among groups; however, the observed histopathological changes did not show a consistent dose–response relationship or a dose-dependent toxicity pattern. In conclusion, administration of Cassia alata leaf extract up to a dose of 900 mg/kg body weight did not show significant toxic effects on the liver.

