Studi Kasus: Peran Paramedis dalam Penanganan Prolapsus Uterus pada Kucing Persia di DITPOLSATWA
Abstract
Prolapsus uterus merupakan kondisi darurat reproduksi pada hewan betina
yang ditandai dengan keluarnya uterus melalui vulva, umumnya terjadi pascapartus.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran paramedis veteriner dalam
pemeriksaan penunjang dan penanganan kasus polapsus uterus pada kucing Persia
di Direktorat Polisi Satwa (DITPOLSATWA). Metode yang digunakan adalah studi
kasus deskriptif pada satu ekor kucing betina berumur 3 tahun dengan keluhan
massa keluar dari vulva setelah melahirkan. Data diperoleh melalui anamnesis,
pemeriksaan fisik, hematologi, dan radiografi. Hasil menunjukkan prolapsus uterus
disertai edema jaringan dan respons inflamasi berupa leukositosis serta anemia
ringan. Paramedis veteriner berperan dalam menunjang keberhasilan penanganan
melalui pemeriksaan fisik, persiapan operasi dan pasien, pemasangan infus,
pemberian terapi sesuai instruksi dokter hewan, asistensi pembedahan, pemantauan
selama anestesi dan operasi, serta perawatan pascaoperasi. Penanganan yang cepat
dan tepat mendukung keberhasilan terapi dan pemulihan pasien. Uterine prolapse is a reproductive emergency in female animals
characterized by the protrusion of the uterus through the vulva, most commonly
occurring postpartum. This study aimed to describe the role of veterinary
paramedics in the diagnostic examination and management of a uterine prolapse
case in a Persian cat at the Directorate of Animal Police (DITPOLSATWA). The
study employed a descriptive case study involving a 3 yearold female Persian cat
presented with a uterine mass protruding from the vulva after parturition. Data were
collected through anamnesis, physical examination, hematological analysis, and
radiographic examination. The findings revealed uterine prolapse accompanied by
tissue edema, leukocytosis indicating an inflammatory response, and mild anemia.
Veterinary paramedics contributed to the successful management of the case by
performing physical examinations, preparing the patient and surgical equipment,
establishing intravenous access, administering treatments under the veterinarian's
supervision, assisting during surgery, monitoring physiological parameters
throughout anesthesia and surgery, and providing postoperative care. Prompt and
appropriate management contributed to successful treatment and patient recovery.

