| dc.contributor.advisor | Santosa, Yanto | |
| dc.contributor.author | NUGRAHA, CHANDRA | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-16T23:06:54Z | |
| dc.date.available | 2026-07-16T23:06:54Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174906 | |
| dc.description.abstract | Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) menghadapi berbagai
permasalahan dalam pengelolaan rehabilitasi elang, terutama pada individu hasil
perdagangan ilegal dan pemeliharaan manusia. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan strategi manajemen rehabilitasi
elang di PKEK. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, studi
literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan
utama meliputi belum adanya kriteria seleksi awal penerimaan elang, gangguan
fisik dan perilaku, tingginya biaya rehabilitasi, keterbatasan tenaga medis, serta
meningkatnya jumlah individu yang belum dapat dilepasliarkan. Selama periode
2023–2026, sebanyak 74 individu direhabilitasi dan 52 individu berhasil
dilepasliarkan (70,27%). Solusi manajemen yang dirumuskan meliputi penyusunan
kriteria seleksi awal, penguatan manajemen kesehatan, optimalisasi pakan dan
kandang, rehabilitasi perilaku, serta penerapan soft release dan monitoring
pascapelepasliaran. Pendekatan manajemen yang terintegrasi diperlukan untuk
meningkatkan efektivitas rehabilitasi dan keberhasilan pelepasliaran elang. | |
| dc.description.abstract | The Kamojang Eagle Conservation Center (PKEK) faces various challenges
in eagle rehabilitation management, particularly for individuals rescued from illegal
trade and private captivity. This study aimed to identify rehabilitation management
problems and formulate management strategies at PKEK. Data were collected
through field observations, interviews, literature review, and documentation. The
results showed that the main challenges included the absence of initial admission
criteria, physical and behavioral disorders, high rehabilitation costs, limited
veterinary personnel, and the increasing number of eagles that could not yet be
released. During the 2023–2026 period, 74 eagles underwent rehabilitation, of
which 52 individuals were successfully released (70.27%). The proposed strategies
include establishing initial admission criteria, strengthening health management,
optimizing feeding and enclosure management, improving behavioral rehabilitation,
and implementing soft release with post-release monitoring. An integrated
management approach is needed to improve rehabilitation effectiveness and the
success of eagle release programs. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Permasalahan dan Strategi Manajemen Pusat Konservasi Elang Kamojang | id |
| dc.title.alternative | | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | elang | id |
| dc.subject.keyword | manajemen rehabilitasi | id |
| dc.subject.keyword | pusat rehabilitasi | id |
| dc.subject.keyword | strategi | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |