Analisis Kerawanan Banjir di DAS Tamiang menggunakan Metode Weighted Overlay dengan Pendekatan SIG
Abstract
Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering
terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak lingkungan serta sosial ekonomi
yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan
banjir di DAS Tamiang menggunakan metode Weighted Overlay berbasis Sistem
Informasi Geografis (SIG). Parameter yang digunakan meliputi kemiringan lereng,
elevasi, curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan, dan buffer sungai. Data
spasial diperoleh dari DEM SRTM, data curah hujan CHIRPS, data penggunaan
lahan MapBiomas, serta data pendukung dari Badan Informasi Geospasial (BIG)
dan BPBD Aceh Tamiang. Setiap parameter diklasifikasikan dan diberi bobot
sesuai dengan tingkat pengaruhnya terhadap kejadian banjir. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir tinggi hingga sangat tinggi
dominan tersebar di bagian tengah dan timur DAS, yang dicirikan oleh elevasi
rendah, kedekatan dengan sungai, dan penggunaan lahan yang intensif. Sementara
itu, wilayah dengan tingkat kerawanan rendah umumnya berada pada daerah
perbukitan dengan tutupan hutan yang rapat. Validasi menggunakan data kejadian
banjir periode 2015–2025 menunjukkan bahwa peta kerawanan banjir yang
dihasilkan memiliki kesesuaian yang baik dengan kejadian banjir aktual.
Penelitian ini memberikan informasi penting untuk mendukung upaya mitigasi
banjir dan pengelolaan DAS yang berkelanjutan di DAS Tamiang. Flood is one of the most frequent hydrometeorological disasters in Indonesia
and causes significant environmental and socioeconomic impacts. This study
aimed to analyze flood hazard levels in the Tamiang Watershed using a
Geographic Information System (GIS)-based Weighted Overlay method. The
parameters used included slope, elevation, rainfall, soil type, land use, and river
buffer. Spatial data were obtained from DEM SRTM, CHIRPS rainfall data,
MapBiomas land use data, and supporting data from the Geospatial Information
Agency and BPBD Aceh Tamiang. Each parameter was classified and weighted
according to its influence on flood occurrence. The results showed that high to
very high flood hazard levels were predominantly distributed in the central and
eastern parts of the watershed, characterized by low elevation, proximity to rivers,
and intensive land use. Areas with low hazard levels were generally located in
hilly regions with dense forest cover. Validation using flood event data from
2015–2025 indicated that the resulting flood hazard map corresponded well with
actual flood occurrences. The study provides important information for flood
mitigation and sustainable watershed management in the Tamiang Watershed.

