| dc.description.abstract | RINGKASAN
NURUL FADHILA RAMADHANI. Analisis Kelayakan Finansial Pemanfaatan Septic Tank Komunal untuk Produksi Biogas (Studi Kasus: Asrama Mahasiswa PPKU IPB). Dibimbing oleh ACENG HIDAYAT dan ADI HADIANTO.
Asrama mahasiswa Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU) IPB merupakan asrama mahasiswa tingkat I yang terdiri dari lima gedung asrama putri dan tiga gedung asrama putra. Daya tampung mahasiswa PPKU IPB terbilang cukup besar. Pengolahan limbah di asrama PPKU ini sangat penting untuk diperhatikan, terutama limbah feses mahasiswa. IPB sebai green campus memerlukan transisi teknologi menuju sistem pengolahan limbah yang berkelanjutan. . Salah satu inovasi yang berpotensi besar adalah pemanfaatan feses mahasiswa penghuni asrama melalui proses biodigester. Pengelolaan limbah menciptakan peluang untuk mengatasi pencemaran lingkungan, sanitasi yang tidak layak, serta menghasilkan energi terbarukan baru. Salah satu teknologi yang digunakan dalam hal ini adalah pencernaan anaerobik. Saat limbah tersebut terurai secara biologis dalam kondisi anaerobik, limbah tersebut dapat diolah oleh bakteri penghasil metana menjadi biogas.
Biogas merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dibakar untuk menghasilkan listrik dan panas. Biogas dianggap sebagai sumber energi terbarukan yang diperoleh melalui proses dekomposisi monoksida tersuspensi oleh bakteri anaerobik atau melalui proses fermentasi bahan-bahan yang dapat terurai. Di sisi lain, bahan baku biogas juga dapat menghasilkan pupuk organik berupa pupuk padat dan pupuk cair.
Komponen utama dari biogas adalah metana (CH4) yang menyusun 70%. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebutkan bahwa metana memiliki dampak 28 kali lebih besar terhadap efek rumah kaca dibandingkan dengan karbon dioksida (CO2). Apabila metana ini dilepaskan langsung ke atmosfer, metana akan menjadi penyumbang terbesar terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) yang sangat kuat. Melalui penerapan teknologi biodigester anaerob ini, gas metana dari dekomposisi bahan organik dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dan secara signifikan mengurangi emisi CH4 ke atmosfer.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab empat tujuan utama. Pertama, hasil estimasi potensi feses yang dihasilkan oleh mahasiswa penghuni asrama, khususnya asrama putri mahasiswa PPKU IPB, adalah sebanyak 353 kg/hari, dengan total jumlah mahasiswa putri sebanyak 1.412 orang. Tidak semua feses yang dihasilkan mengandung biogas; hanya bahan kering yang mengandung biogas, yaitu sekitar 23% dari 1 m³/kg feses. Maka , potensi biogas yang dihasilkan dari asrama putri PPKU IPB adalah 1,62 m³/hari. Potensi biogas tersebut dikonversi menjadi energi listrik sehingga menghasilkan potensi listrik sebesar 7,61 kWh/hari.
Kedua, emisi yang dihasilkan sebelum dan setelah adanya proyek septik tank komunal. Emisi baseline atau emisi sebelum adanya pemanfaatan septic tank komunal adalah 220,68 ton CO2e/tahun. Emisi proyek atau emisi yang dihasilkan dari sisa pembelian listrik dan emisi operasional proyek yaitu sebanyak 215,96 ton CO2e/tahun. Sehingga menghasilkan pengurangan emisi sekitar 4,72 ton CO2e per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa septic tank komunal dapat mereduksi emisi GRK sebesar 2,14% per tahun. Potensi ekonomi dari reduksi karbon dapat dihitung menggunakan harga karbon, yang disebut nilai ekonomi karbon.
Ketiga, hasil analisis kelayakan septic tank komunal menunjukkan dua skenario yang berbeda. Skenario 1 diasumsikan tidak ada pendapatan tambahan dari pupuk organik sebagai produk samping. NPV pada skenario 1 adalah -Rp. 35.565.291,21, BCR sebesar 0,61, IRR sebesar -2% dan PP menunjukkan angka 17. Sedangkan pada skenario 2 ditambahkan nilai tambah berupa produk samping, yaitu pupuk organik cair. Sehingga, NPV pada skenario 2 sebesar Rp. 8.058.216,83, BCR sebesar 1,09, IRR sebesar 7% dan PP menunjukkan angka 9. Pada skenario 2 dilakukan analisis sensitivitas. Analisis sensitivitas dilakukan untuk menguji ketahanan kelayakan. Penelitian ini melakukan uji sensitivitas dengan asumsi bahwa pada skenario 2 penjualan pupuk organik cair tidak mencapai asumsi dasar. Setelah dilakukan uji sensitivitas, diperoleh NPV sebesar Rp. 3.509.326,62, BCR sebesar 1,04, IRR sebesar 7% dan PP pada tahun 9. Di sisi lain, proyek septic tank komunal ini memiliki manfaat intangible, seperti mengurangi polusi lingkungan—pencemaran air, udara, dan tanah—mereduksi emisi GRK, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Tujuan keempat yaitu memberikan rekomendasi strategi untuk mendorong kebijakan kampus, yaitu: 1) Pada aspek lingkungan, melalui implementasi septic tank komunal diharapkan dapat mendorong IPB dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan meningkatkan kebijakan green campus. 2) Pada aspek ekonomi, pengadaan septic tank komunal dengan memanfaatkan slurry dari feses mahasiswa sebagai pupuk organik biodigester memiliki nilai ekonomi yang dapat dipasarkan melalui unit usaha milik IPB, yaitu PT. Botani Seed Indonesia. Selain itu, juga merealisasikan komitmen IPB terhadap Perpres No. 110 Tahun 2025 melalui strategi ekonomi untuk memonetisasi nilai ekonomi karbon. 3) Pada aspek sosial, melalui implementasi septic tank komunal terdapat manfaat intangible, yaitu menciptakan lingkungan asrama yang lebih sehat dan nyaman, serta mengatasi pencemaran lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan.
Berdasarkan temuan penelitian ini, perubahan strategi pengelolaan limbah konvensional menjadi pengelolaan anaerobik melalui septic tank komunal tidak hanya diperlakukan sebagai infrastruktur sanitasi, tetapi juga sebagai penguatan branding green campus. Reduksi emisi yang terukur berimplikasi pada peningkatan skor pada kriteria Energy & Climate Change serta Waste dalam indikator penilaian kampus berkelanjutan UI GreenMetric. Selain itu, penerapan septic tank komunal ini menjadi model kebijakan bagi perguruan tinggi di Indonesia dalam mengelola limbah domestik asrama.
Kata kunci : Analisis biaya-manfaat, biogas, green campus, limbah feses mahasiswa, septic tank komunal | |