Analisis Dampak Perubahan Lahan terhadap Perubahan Runoff Menggunakan SCS-CN di DAS Kuranji
Abstract
Perubahan penggunaan lahan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi respons hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS), terutama dalam pembentukan limpasan permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak perubahan penggunaan lahan terhadap perubahan limpasan permukaan di DAS Kuranji menggunakan metode Soil Conservation Service-Curve Number (SCS-CN). Data yang digunakan meliputi tutupan lahan MODIS MCD12Q1, tekstur tanah OpenLandMap, serta curah hujan CHIRPS yang telah dikoreksi menggunakan data observasi. Analisis dilakukan secara spasial untuk tahun 2014 dan 2019 dengan menggunakan curah hujan yang sama, yaitu curah hujan tahun 2018, sehingga perubahan limpasan yang diperoleh merepresentasikan pengaruh perubahan karakteristik lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan permukiman dan terbangun meningkat sebesar 24,30%, sedangkan vegetasi alami menurun sebesar 26,60%. DAS Kuranji didominasi oleh tanah kelompok hidrologi D (HSG D) yang memiliki kemampuan infiltrasi rendah. Perubahan penggunaan lahan tersebut menyebabkan nilai Curve Number (CN) tertimbang meningkat dari 81,6 menjadi 82,1 serta menurunkan kapasitas retensi maksimum DAS. Dampaknya, limpasan permukaan tahunan meningkat dari 1.525,6 mm menjadi 1.536,8 mm atau sekitar 0,73%. Peningkatan limpasan terutama terjadi pada wilayah tengah dan hilir DAS yang mengalami perkembangan kawasan terbangun secara intensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan telah memengaruhi respons hidrologi DAS Kuranji melalui peningkatan potensi limpasan permukaan. Land use change is one of the factors that influences watershed hydrological responses, particularly surface runoff generation. This study aimed to analyze the impact of land use change on surface runoff in the Kuranji Watershed using the Soil Conservation Service-Curve Number (SCS-CN) method. The data used included MODIS MCD12Q1 land cover, OpenLandMap soil texture, and CHIRPS rainfall data corrected with observed rainfall records. Spatial analyses were conducted for 2014 and 2019 using the same rainfall input, represented by the 2018 annual rainfall, to isolate the effects of land use change on runoff. The results showed that residential and built-up areas increased by 24,30%, while natural vegetation decreased by 26,60% during the study period. The Kuranji Watershed is predominantly characterized by Hydrologic Soil Group D (HSG D), which has a low infiltration capacity. These land use changes increased the weighted Curve Number (CN) from 81,6 to 82,1 and reduced the watershed's maximum retention capacity. Consequently, annual surface runoff increased from 1525,6 mm in 2014 to 1536,8 mm in 2019, representing an increase of approximately 0,73%. Spatially, runoff increases were concentrated in the middle and downstream parts of the watershed, where built-up land expansion was most intensive. The findings indicate that land use change has significantly affected the hydrological response of the Kuranji Watershed by increasing its surface runoff potential.

