Prevalensi Kejadian Gangguan Fungsi Hati pada Anjing dan Kucing di Gustavet Klinik Jakarta Barat
Abstract
Gangguan fungsi hati merupakan masalah kesehatan yang dapat menurunkan fungsi metabolisme, detoksifikasi, dan ekskresi pada hewan kesayangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi kejadian gangguan fungsi hati di Gustavet Klinik Hewan periode Januari–Juni 2024 menggunakan pendekatan period prevalence. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi gangguan hati anjing dan kucing sebesar 8,69% (26 dari 299 pasien), dengan prevalensi pada anjing yaitu 9,38% (12 dari 128 pasien) dan kucing 8,19% (14 dari 171 pasien). Kasus berdasarkan BCS yang sering ditemukan pada kedua spesies yaitu kondisi kurus dan normal. Distribusi usia menunjukkan dominasi kasus pada anjing kelompok senior dan mature adult, serta pada kucing kelompok young adult dan mature adult. Tanda klinis yang ditemukan beragam dengan anoreksia sebagai manifestasi yang paling sering ditemukan. Pemeriksaan hematologi dan kimia darah menunjukkan perubahan parameter eritrosit, hemoglobin, leukosit, dan peningkatan enzim hati yang mengindikasikan gangguan hati pada pasien. Liver dysfunction is a health disorder that can impair metabolic, detoxification, and excretory functions in companion animals. This study aimed to determine the prevalence of liver dysfunction at Gustavet Veterinary Clinic during the January–June 2024 period using a period prevalence approach. The results showed that the prevalence of liver dysfunction in dogs and cats was 8.69% (26 out of 299 patients), with a prevalence of 9.38% (12 out of 128 patients) in dogs and 8.19% (14 out of 171 patients) in cats. Based on Body Condition Score (BCS), cases in both species were most frequently observed in animals with thin and normal body conditions. The age distribution indicated that liver dysfunction was predominantly found in senior and mature adult dogs, whereas in cats, cases were more commonly observed in the young adult and mature adult age groups. Clinical signs varied among patients, with anorexia being the most frequently observed manifestation. Hematological and blood chemistry examinations revealed alterations in erythrocyte, hemoglobin, and leukocyte parameters, as well as increased liver enzyme levels, indicating the presence of liver dysfunction in affected patients.

