Dampak Digital Marketing terhadap Kinerja Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Agribisnis di Indonesia
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Septiyanti, Ratih
Rosiana, Nia
Maryono
Metadata
Show full item recordAbstract
UMK Agribisnis di Indonesia mengalami kendala pemasaran dimana sebagian besar usahanya hanya dapat memasarkan di dalam wilayah produksi. Keterbatasan jangkauan pemasaran dapat menghambat peningkatan skala usaha, pendapatan, dan daya saing UMK secara berkelanjutan. Digital marketing dapat menjadi alternatif dalam memasarkan produk UMK Agribisnis dalam menjangkau pasar diluar wilayah produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan UMK agribisnis dalam menerapkan digital marketing serta mengukur dampaknya terhadap kinerja usaha. Tiga indikator utama kinerja yang digunakan adalah omzet, profit, dan jangkauan pasar. Metode penelitian menggunakan data Survei Industri Mikro dan Kecil tahun 2021 dengan fokus pada UMK agribisnis berdasarkan klasifikasi industri pangan dan non pangan. Analisis dilakukan melalui regresi logit untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan penerapan digital marketing dan dilanjutkan dengan metode Propensity Score Matching (PSM) untuk mengukur dampak digital marketing terhadap kinerja usaha dan mengurangi bias seleksi antara kelompok pengguna dan pengguna.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan digital marketing pada UMK agribisnis dipengaruhi faktor internal dan eksternal usaha. Hasil temuan menunjukkan bahwa di sektor pangan maupun non pangan faktor internal memiliki pengaruh yang relatif sama, yaitu secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh adanya inovasi usaha, tingkat pendidikan, jumlah tenaga kerja, status badan usaha dan secara negatif signifikan dipengaruhi oleh umur pelaku usaha dan umur usaha. Terdapat perbedaan temuan antara sektor pangan dan non pangan. Pada sektor pangan, faktor eksternal yaitu kemitraan, asosiasi/komunitas, dan bantuan pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap penggunaan digital marketing sedangkan pada sektor non pangan tidak berpengaruh signifikan. Pelatihan pemasaran menjadi saluran komunikasi yang berpengaruh signifikan dan positif pada sektor non pangan dalam memengaruhi penerapan digital marketing. Dampak digital marketing juga berbeda antar sektor, dimana pada UMK agribisnis pangan terbukti meningkatkan omzet, profit, dan jangkauan pasar, sedangkan pada sektor non pangan hanya berdampak positif pada perluasan jangkauan pasar, tetapi belum mampu memberikan peningkatan signifikan terhadap omzet dan profit. Hal tersebut dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik usaha dan pola transaksi pasar antar sektoral. Pada sektor pangan, pola transaksi didominasi oleh business-to-consumer (B2C) sehingga digital marketing berperan utama dalam mendorong terjadinya transaksi sedangkan pada sektor non pangan pola transaksi didominasi oleh business-to-business (B2B) sehingga digital marketing berperan pendukung dalam proses pemasaran karena keputusan transaksi lebih banyak dilakukan diluar kanal digital. Pada sektor pangan, pengembangan ekosistem digital menjadi hal yang perlu diutamakan dan diperkuat. Pemerintah dapat berfokus pada komunitas-komunitas usaha dalam pengembangan digitalisasi sedangkan pada sektor non pangan fokus utama adalah melakukan intervensi melalui pelatihan pemasaran yang lebih terstruktur dengan berfokus dalam meningkatkan variasi penggunaan platform yang sesuai dengan jenis produk yang dipasarkan. Hasil penelitian ini juga mengimplikasikan perlunya dukungan riset kebijakan yang berkelanjutan dengan memperhatikan karakteristik dan pola transaksi antar sektoral serta dinamika penggunaan platform digital dan variabel kontekstual lain, sehingga kebijakan yang dirumuskan adaptif terhadap perkembangan pasar dan kebutuhan UMK
Collections
- MF - Economic and Management [3275]

