Strategi Produksi Mini Series Berbasis SOSTAC pada Kampanye Digital Program Kampus Inklusi Instagram Reels @ditjen_dikti
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Maharani, Larasati
Santoso, Hudi
Metadata
Show full item recordAbstract
Series adalah bentuk dari audiovisual yang ditampilkan dalam beberapa episode yang memiliki hubungan cerita antara satu episode dengan episode berikutnya. Series di sini diinovasikan menjadi mini series, mini series merupakan bentuk penyajian konten video yang fokus pada kesinambungan cerita dalam beberapa episode namun dalam jumlah durasi yang singkat dan memiliki jumlah episode yang sedikit. Tujuan dari proyek yang penulis buat bersama dengan tim proyek adalah untuk menjelaskan mengenai perancangan konsep produksi mini series sebagai kampanye digital program kampus inklusi dan mengimplementasikan setiap poin model SOSTAC dalam strategi produksi kampanye digital. Manfaat akademis meliputi kontribusi akademis dalam bidang produksi media digital terkait penerapan startegi produksi kampanye digital dalam bentuk mini series pada platform Instagram Reels. Manfaat praktis prpyek ini dapat dijadikan referensi oleh tim pengelola media sosial dan tim produksi konten di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan lembaga lainnya, sedangkan manfaat bagi audiens, yaitu dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas, ringkas, dan mudah diakses mengenai Program Kampus Inklusi melalui media audiovisual. Sedangkan tujuan adanya kampanye ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya lingkungan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Selain itu, kampanye ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya sikap empatik dan apresiatif terhadap peran tenaga pendidik serta orang tua sebagai sistem pendukung.
Pelaksanaan proyek menggunakan tiga lokasi produksi selama empat bulan. Proyek ini terdiri dari satu tim yang berisikan Larasati Maharani sebagai producer, Widya Astuti sebagai videographer, dan Nisrina Aliya Rozan sebagai video editor. Prosedur dalam pengerjaan proyek mini series ini melalui tahapan pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Selain itu, perancangan kampanye digital dalam proyek ini disusun menggunakan model SOSTAC untuk memastikan setiap tahapan kampanye berjalan secara sistematis, terarah, dan selaras dengan tujuan yang ingin dicapai. Output yang dihasilkan adalah tiga episode mini series dengan durasi dua menit pada setiap episodenya yang diunggah pada akun Instagram @ditjen_dikti yang dikolaborasikan dengan @ipbofficial dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Perancangan dan produksi proyek mini series kampanye digital Kampus Inklusi yang ditayangkan melalui Instagram Reels @ditjen_dikti yang berkolaborasi dengan akun @ipbofficial. Proses ini menunjukkan bahwa konsep mini series yang dikembangkan mampu diproduksi ke dalam bentuk konten audiovisual yang berkesinambungan dalam tiga episode dengan pendekatan storytelling yang menampilkan pengalaman mahasiswa, lingkungan kampus, serta dukungan keluarga sebagai bagian dari isu inklusivitas di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kata Kunci: Kampanye Digital, Kampus Inklusi, Mini Series, Produser, SOSTAC A series was defined as an audiovisual format presented in multipleepisodes with a continuous storyline connecting one episode to the next. Inthisproject, the series format was adapted into a mini series, which referredtoavideo content format that emphasized narrative continuity across a limitednumber of short-duration episodes. The project, which was carried out by theauthor and the project team, aimed to develop the production concept of amini
series as a digital campaign for the Campus Inclusion Program and to implement
each component of the SOSTAC model in the digital campaign productionstrategy. The academic contribution of this project lay in enriching the fieldof
digital media production, particularly in the application of digital campaignproduction strategies through a mini series format on the InstagramReelsplatform. Practically, the project was expected to serve as a reference for social
media management teams and content production teams within the DirectorateGeneral of Higher Education and other institutions. For the audience, the project
was intended to provide a clearer, more concise, and more accessibleunderstanding of the Campus Inclusion Program through audiovisual media. Thecampaign was designed to increase public awareness and understanding of theimportance of creating inclusive environments for persons with disabilities. Inaddition, it was expected to encourage the development of empathy andappreciation toward the roles of educators and parents as essential support
systems.The project was conducted over a four-month period across threeproduction locations. The production team consisted of Larasati Maharani as theproducer, Widya Astuti as the videographer, and Nisrina Aliya Rozan as thevideo editor. The production process followed three stages: pre-production, production, and post-production. Furthermore, the digital campaignwasdesigned using the SOSTAC model to ensure that each stage of the campaignwasimplemented systematically, strategically, and in alignment with the intendedobjectives. The project produced three mini series episodes, each with a durationof approximately two minutes, which were published on the @ditjen_dikti
Instagram account in collaboration with @ipbof icial. Additional output includedan Intellectual Property Rights (IPR) registration. The planning and productionof the Campus Inclusion digital campaign mini series demonstrated that theproposed mini series concept was successfully transformed into a coherent
audiovisual content series consisting of three interconnected episodes. Throughastorytelling approach, the series portrayed students' experiences, the campusenvironment, and family support as integral aspects of inclusivity issues Institut
Pertanian Bogor (IPB).

