| dc.description.abstract | Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat adat Kasepuhan di Desa Citorek Barat, Kabupaten Lebak, Banten, serta menganalisis potensi tumbuhan sebagai pangan fungsional dan pengelolaan berkelanjutan. Terdapat 18 responden. Metode digunakan, yaitu studi literatur, wawancara, observasi lapang, dan eksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 72 spesies tumbuhan obat dari 43 famili dengan dominasi famili Zingiberaceae. Habitus tumbuhan didominasi oleh herba (46%) dengan bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (48%), sedangkan cara penggunaan didominasi dengan diminum (73%) dan sebagian besar tumbuhan diperoleh dari habitat kebun (50%) serta berstatus liar (61%). Tumbuhan obat paling banyak digunakan untuk mengobati penyakit pencernaan (29%) dan penyakit otot serta persendian (23%). Beberapa spesies, seperti jahe (Zingiber officinale), pepaya (Carica papaya), dan kumis kucing (Orthosiphon aristatus), memiliki nilai Fidelity Level tertinggi (100%) yang menunjukkan tingkat kesepakatan dan kepercayaan yang tinggi di antara masyarakat. Nilai Informant Consensus Factor tertinggi mencapai 1,00 pada beberapa kategori penyakit tertentu. Sejumlah spesies juga dimanfaatkan sebagai pangan fungsional berjumlah 23 spesies. Pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan obat diwariskan secara turun-temurun. | |