Hubungan Kepadatan Ayam pada Krat Transportasi dengan Persentase Abnormal Makroskopik pada Karkas di Rumah Potong Ayam
Abstract
The Relationship Between Chicken Density in
Transport Crates and the Percentage of Macroscopic Abnormalities in Carcasses
at a Poultry Slaughterhouse. Supervised by ERNI SULISTIAWATI.
Chicken carcass quality is influenced by multiple pre-slaughter factors,
including stocking density within transport crates. This study analyzed the
correlation and effect of chicken density per crate on the percentage of skin
pathological findings on carcasses at a slaughterhouse PT XYZ. A cross-sectional
method was applied randomly across six vehicles with equivalent travel distances
(±40 km), comprising three vehicles with 21 crates holding 15 chickens per crate
and 16 chickens per crate. Post-mortem examination covered only 100 carcass
samples per vehicle from actual population of 105 and 112 birds. Spearman
correlation and rank-based simple linear regression revealed significant positive
associations between stocking density and scratch incidence (r=0.606; R²=0.368;
Y=6,630+0,692X) and bruising (r=0.389; R²=0.151; Y=11,993+0,442X). Crate
density was positively correlated with carcass injury but was not the dominant
factor, and a density of 15 chickens per crate was identified as an optimal for
minimizing injury, therefore, comprehensive handling improvement from farm
through transportation remain required. Kualitas karkas ayam dipengaruhi oleh multifaktor sebelum pemotongan,
salah satunya kepadatan ayam dalam krat transportasi. Penelitian ini bertujuan
menganalisis hubungan dan besar pengaruh kepadatan ayam per krat transportasi
terhadap persentase abnormal makroskopik pada karkas ayam di RPA PT XYZ.
Metode observasi cross-sectional dilakukan secara acak terhadap enam kendaraan
operasional berjarak tempuh sama (±40 km), terdiri dari tiga kendaraan yang
masing-masing memuat 21 krat berisi 15 ekor ayam per krat dan berisi 16 ekor
ayam per krat. Pemeriksaan post mortem dilakukan terhadap 100 sampel karkas per
kendaraan dari populasi aktual 105 dan 112 ekor. Uji korelasi Spearman dan regresi
linear sederhana berbasis peringkat menunjukkan hubungan positif signifikan
antara kepadatan ayam per krat dengan persentase goresan (r=0,606; R²=0,368;
Y=6,630+0,692X) dan memar (r=0,389; R²=0,151; Y=11,993+0,442X). Kepadatan
krat terbukti berhubungan positif dengan cedera karkas, namun bukan faktor
dominan, dan kepadatan 15 ekor per krat teridentifikasi sebagai kepadatan optimal
untuk meminimalkan kejadian cedera karkas, sehingga perbaikan manajemen
penanganan ayam dari tahap pemeliharaan hingga transportasi tetap diperlukan.

