| dc.description.abstract | Indonesia menghadapi tantangan ganda dalam ketahanan energi dan pengelolaan limbah pertanian. Sekam padi, sebagai residu produksi beras yang melimpah, menawarkan potensi signifikan sebagai sumber bioenergi, namun pemanfaatannya terkendala oleh kelayakan ekonomi, dinamika pemangku kepentingan, dan ketidakpastian kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis potensi ekonomi pemanfaatan sekam padi sebagai bioenergi di Kabupaten Cianjur, (2) memetakan lanskap pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi koalisi dan konflik, dan (3) mengestimasi probabilitas skenario kebijakan di masa depan untuk merumuskan rekomendasi strategis. Kerangka analisis terintegrasi tiga tahap digunakan: (1) Extended Cost-Benefit Analysis (eCBA) untuk mengukur kelayakan ekonomi termasuk eksternalitas, (2) Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives and Recommendations (MACTOR) untuk analisis pemangku kepentingan, dan (3) SMIC-PROB untuk analisis probabilitas kebijakan prospektif. Hasil eCBA menunjukkan proyek ini layak secara ekonomi, dengan Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp936,4 Miliar dan B/C Ratio 2,02, didorong oleh manfaat substitusi energi, nilai tambah pupuk dari abu sisa, dan pengurangan emisi. Analisis MACTOR mengidentifikasi koalisi pro-bioenergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, namun juga menyoroti adanya hambatan institusional spesifik. Analisis SMIC-PROB mengungkapkan bahwa skenario keberhasilan total memiliki probabilitas tertinggi (7%) karena sinergi sistem yang kuat, dengan pengembangan infrastruktur sebagai kebijakan pendorong (prime mover) utama. Pemanfaatan sekam padi sebagai bioenergi di Cianjur merupakan investasi yang layak secara sosio-ekonomi. Keberhasilannya bergantung pada pemanfaatan koalisi yang ada untuk mengatasi hambatan institusional, dengan memprioritaskan investasi infrastruktur sebagai katalisator untuk membuka potensi teknologi dan kebijakan lainnya. | |