Studi Kasus Penanganan Benda Asing Saluran Pencernaan pada Anjing German Shepherd di Medivet Pet Hospital Kebayoran Baru
Abstract
Benda asing di dalam saluran cerna merupakan permasalahan penting karena
dapat mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, obstruksi saluran
cerna, hingga mengancam keselamatan hewan. Studi kasus ini mendeskripsikan
prosedur penggunaan peralatan penunjang, persiapan operasi, hingga manajemen
perawatan pasca operasi. Studi kasus ini diambil pada seekor anjing jantan, berusia
2 tahun, ras German Shepherd. Gejala klinis meliputi muntah kuning sebanyak tiga
kali selama 24 jam. Penanganan benda asing (corpus alienum) pada anjing German
Shepherd dilakukan melalui prosedur yang sistematis meliputi pemeriksaan fisik,
pencitraan (radiografi dan ultrasonografi), serta pemeriksaan laboratorium untuk
mengevaluasi status kesehatan pasien secara menyeluruh. Keberhasilan
penanganan kasus ini ditentukan juga oleh manajemen perawatan pascaoperasi
yang intensif, yang mencakup pemberian terapi (antibiotik, analgesik, dan
gastroprotectant), pengaturan nutrisi pakan lunak, dan pemantauan kondisi klinis
harian hingga pasien menunjukkan pemulihan yang signifikan dan dinyatakan
sembuh setelah 6 hari. Foreign bodies in the gastrointestinal tract are a significant problem because
they can interfere with digestion and nutrient absorption, cause gastrointestinal
obstruction, and even threaten the animal’s life. This case study describes the
procedures for using supportive equipment, surgical preparation, and postoperative
care management. This case study involves a 2-year-old male German Shepherd.
Clinical symptoms included three episodes of yellow vomiting over a 24-hour
period. Management of the foreign body (corpus alienum) in the German Shepherd
was carried out through a systematic procedure that included a physical
examination, imaging (radiography and ultrasonography), and laboratory tests to
comprehensively evaluate the patient’s health status. The success of this case was
also determined by intensive postoperative care, which included the administration
of medications (antibiotics, analgesics, and gastroprotectants), a soft-food diet, and
daily monitoring of the patient’s clinical condition until the patient showed
significant recovery and was declared fully recovered after 6 days.

