Perbandingan Jumlah dan Kualitas Embrio Hasil Superovulasi pada Sapi Friesian Holstein dengan Sapi Peranakan Ongole
Abstract
Friesian Holstein (FH) and Peranakan Ongole (PO) cattle are breeds utilized as dairy and beef producers. Improving genetic quality to support productivity can be achieved through embryo transfer technology via superovulation programs. This study aimed to compare superovulation response, embryo quantity, and quality in FH and PO cattle as a basis for donor selection in genetic improvement programs. The study involved 36 FH and 17 PO cattle subjected to superovulation using FSH hormone, artificial insemination, embryo collection, and quality evaluation. PO cattle showed a higher superovulation response based on corpus luteum numbers and collected embryos (P<0.05), although recovery rate showed no significant difference (P>0.05). Transferable embryos were significantly higher in FH cattle (P<0.05), while PO cattle produced significantly more non-transferable embryos (P<0.05). Higher corpus luteum and collected embryos in PO cattle did not correspond proportionally to transferable embryo proportion. Sapi Friesian Holstein (FH) dan Peranakan Ongole (PO) merupakan bangsa
sapi yang dimanfaatkan sebagai penghasil susu dan daging. Peningkatan kualitas
genetik untuk mendukung produktivitas dapat dilakukan teknologi transfer embrio
melalui program superovulasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan
respons superovulasi, jumlah dan kualitas embrio pada sapi FH dan PO sebagai
dasar pemilihan hewan donor dalam upaya peningkatan kualitas genetik ternak.
Penelitian menggunakan 36 ekor sapi FH dan 17 ekor sapi PO melalui tahapan
superovulasi menggunakan hormon FSH, inseminasi buatan, panen embrio, dan
evaluasi kualitas embrio. Hasil respon superovulasi sapi PO lebih tinggi
dibandingkan sapi FH dari rataan jumlah CL dan embrio terkoleksi dengan statistik
berbeda nyata (P<0,05), meskipun recovery rate kedua bangsa sapi tidak
menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Hasil ELT sapi FH didapat lebih
tinggi dari sapi PO menunjukkan perbedan yang nyata (P<0,05). Sapi PO
menghasilkan ETLT yang lebih tinggi dengan statistik menunjukkan hasil berbeda
nyata (P<0,05) dibandingkan sapi FH. Tingginya jumlah CL dan embrio terkoleksi
pada sapi PO tidak berbanding lurus dengan proporsi ELT yang dihasilkan.

