| dc.description.abstract | Escherichia coli (E. coli) dan Klebsiella pneumoniae (K. pneumoniae) adalah dua spesies Enterobacteriaceae yang sering dilaporkan mengontaminasi fasilitas klinik hewan dan berpotensi membawa gen blaCTX-M pengode enzim Extended-Spectrum ß-Lactamase (ESBL) yang dapat menghidrolisis antibiotik cefotaxime. Penelitian bertujuan mendeteksi gen blaCTX-M pada E. coli dan K. pneumoniae yang diisolasi dari sarana prasarana klinik hewan sebelum dan setelah disinfeksi menjelang tutupnya klinik. Sampel diperoleh melalui swab permukaan pintu poli, lantai tunggu pasien, meja rawat, timbangan, dan termometer dari tiga klinik hewan di Bogor dengan tiga kali ulangan pengambilan. Total diperoleh 90 sampel. Isolasi bakteri pada MacConkey Agar lalu pewarnaan Gram, konfirmasi spesies E. coli (primer gen gadA, chuA, yjA, dan TSPE4.C2) dan spesies K. pneumoniae (primer gen khe), serta deteksi gen blaCTX-M menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil pewarnaan Gram menunjukkan 18 isolat Gram negatif. Konfirmasi molekuler menghasilkan lima E. coli dan satu K. pneumoniae. Deteksi gen blaCTX-M secara molekuler menunjukkan tiga dari enam isolat terkonfirmasi positif berasal dari termometer. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses disinfeksi sarana prasarana klinik hewan memerlukan perhatian lebih. Disinfeksi yang tidak optimal dapat menyebabkan sarana prasarana klinik hewan, utamanya termometer, menjadi reservoir bakteri pembawa gen blaCTX-M yang dapat resistan antibiotik cefotaxime. | |