Show simple item record

dc.contributor.advisorFalatehan, A. Faroby
dc.contributor.advisorSALLEH, NORLIDA HANIM BINTI MOHD
dc.contributor.authorFatia, Darin
dc.date.accessioned2026-07-13T06:18:42Z
dc.date.available2026-07-13T06:18:42Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174448
dc.description.abstractSektor pariwisata merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang strategis bagi Pemerintah Kota Semarang. Sektor ini memiliki potensi besar yang didukung oleh keberadaan berbagai destinasi unggulan, hotel, restoran, serta atraksi wisata. Namun kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD masih belum optimal. Kondisi tersebut tercermin dari rata-rata lama tinggal wisatawan atau Length of Stay (LOS) di Kota Semarang yang masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional. Rendahnya lama tinggal wisatawan menyebabkan pengeluaran pada sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan aktivitas wisata lainnya belum memberikan kontribusi yang maksimal terhadap perekonomian daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Semarang perlu merumuskan strategi pengelolaan pariwisata yang tepat untuk meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan sehingga kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD dapat dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi PAD sektor pariwisata Kota Semarang; 2) menganalisis faktor-faktor apa saja yang signifikan terhadap kenaikan PAD; dan 3) merumuskan strategi prioritas untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda untuk mengukur pengaruh jumlah objek wisata, jumlah wisatawan, jumlah hotel, jumlah restoran, dan kondisi pandemi terhadap PAD serta menggunakan analisis IFE, EFE, SWOT, dan QSPM untuk merumuskan strategi prioritas berdasarkan penilaian informan ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah objek wisata, jumlah wisatawan, dan jumlah hotel memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PAD, sedangkan jumlah restoran tidak signifikan akibat adanya bias/anomali data administratif, dan kondisi pandemi COVID-19 berpengaruh negatif signifikan terhadap PAD. Capaian kinerja Disbudpar Kota Semarang juga menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan nusantara, kunjungan wisatawan mancanegara, dan tingkat hunian akomodasi berhasil melampaui target, namun realisasi PAD dari retribusi baru mencapai 66,66% dari target, menunjukkan pemanfaatan aset wisata masih belum optimal. Berdasarkan analisis SWOT dan QSPM, strategi prioritas yang direkomendasikan untuk meningkatkan PAD sektor pariwisata adalah: 1) penguatan media promosi; 2) penyusunan kalender event tahunan; dan 3) pengembangan paket wisata terpadu. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang Length of Stay, mendorong konsumsi di sektor akomodasi, kuliner, dan transportasi, serta memaksimalkan kontribusi PAD secara berkelanjutan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang Melalui Sektor Pariwisataid
dc.title.alternativeTourism-Based Strategy for Increasing Semarang City’s Regional Revenue
dc.typeTesis
dc.subject.keywordPendapatan Asli Daerahid
dc.subject.keywordQSPM-SWOTid
dc.subject.keywordPariwisataid
dc.subject.keywordanalisis linear bergandaid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record