| dc.contributor.advisor | Puspaningsih, Nining | |
| dc.contributor.advisor | Muhdin | |
| dc.contributor.author | Ramdan, Syahrul | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-12T13:05:50Z | |
| dc.date.available | 2026-07-12T13:05:50Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174408 | |
| dc.description.abstract | Perubahan penutupan lahan di kawasan penyangga berpengaruh terhadap
keseimbangan lingkungan dan pengendalian pemanfaatan ruang. Kecamatan
Nagrak sebagai kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
mengalami dinamika perubahan penutupan lahan akibat pertumbuhan penduduk
dan perkembangan wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan
penutupan lahan tahun 2012, 2017, dan 2022, memprediksi kondisi penutupan
lahan tahun 2027 menggunakan model Future Land Use Simulation (FLUS), serta
mengevaluasi kesesuaian hasil prediksi terhadap RTRW Kabupaten Sukabumi
Tahun 2023–2043.
Data yang digunakan berupa citra SPOT 6 dan SPOT 7 resolusi spasial 1,5
meter. Klasifikasi penutupan lahan dilakukan secara visual menggunakan metode
on-screen digitizing berdasarkan SNI 7645:2010. Hasil interpretasi menghasilkan
sembilan kelas penutupan lahan, yaitu badan air, hutan lahan kering primer, hutan
tanaman, ladang, lahan kosong, permukiman, sawah, padang rumput, dan semak
belukar. Uji akurasi menunjukkan nilai overall accuracy sebesar 95% dan kappa
accuracy sebesar 94%, sehingga hasil klasifikasi dinilai memiliki ketelitian yang
baik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan lahan kering primer merupakan
kelas penutupan lahan terluas selama periode penelitian. Perubahan yang paling
dominan terjadi pada peningkatan kawasan permukiman dan semak belukar yang
menunjukkan adanya tekanan aktivitas manusia terhadap kawasan penyangga.
Simulasi FLUS dilakukan menggunakan sembilan faktor pendorong, yaitu
elevasi, kemiringan lereng, kepadatan penduduk, jarak dari jalan, pusat
pemerintahan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, bangunan eksisting, dan
pusat perdagangan. Hasil prediksi tahun 2027 menunjukkan peningkatan luas
permukiman menjadi 688,07 ha (9,97%) serta penurunan hutan lahan kering
primer menjadi 2.697,13 ha (39,08%). Analisis kesesuaian terhadap RTRW
Kabupaten Sukabumi Tahun 2023–2043 menunjukkan bahwa sebesar 6.251,35 ha
(90,57%) tergolong sesuai, sedangkan 650,73 ha (9,43%) tergolong tidak sesuai
dengan pola ruang RTRW. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung evaluasi
tata ruang dan pengelolaan wilayah secara berkelanjutan. | |
| dc.description.abstract | Land cover change in buffer areas plays an important role in maintaining
environmental sustainability and controlling spatial utilization. Nagrak District, as
a buffer zone of Gunung Gede Pangrango National Park, has experienced
dynamic land cover changes due to population growth and regional development.
This study aimed to analyze land cover changes in 2012, 2017, and 2022, predict
land cover conditions in 2027 using the Future Land Use Simulation (FLUS)
model, and evaluate the conformity of the predicted land cover with the Regional
Spatial Plan (RTRW) of Sukabumi Regency 2023–2043.
The study used SPOT 6 and SPOT 7 imagery with a spatial resolution of 1.5
m. Land cover classification was conducted visually using the on-screen digitizing
method based on SNI 7645:2010. The interpretation identified nine land cover
classes, namely water bodies, primary dryland forest, plantation forest, dryland
farming, bare land, settlement, paddy field, grassland, and shrubland. The
classification accuracy assessment produced an overall accuracy of 95% and a
kappa accuracy of 94%, indicating a high level of classification accuracy.
The results showed that primary dryland forest was the dominant land cover
class during the study period. Significant land cover changes occurred in
settlement areas and shrubland, indicating increasing pressure from human
activities within the buffer zone.
The FLUS model simulated land cover change using nine driving factors,
including elevation, slope, population density, distance from roads, government
centers, educational facilities, health facilities, existing built-up areas, and trade
centers. The 2027 prediction indicated an increase in settlement area to 688.07 ha
(9.97%) and a decrease in primary dryland forest to 2,697.13 ha (39.08%). The
conformity analysis with the RTRW of Sukabumi Regency 2023–2043 showed
that 6,251.35 ha (90.57%) of the predicted area was classified as conforming,
while 650.73 ha (9.43%) was classified as non-conforming to the planned spatial
pattern. The results of this study are expected to support spatial planning
evaluation and sustainable regional management. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Prediksi Penutupan Lahan Menggunakan Citra Resolusi Tinggi di Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi | id |
| dc.title.alternative | Prediction Using High-Resolution Imagery in Nagrak District, Sukabumi Regency | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | flus | id |
| dc.subject.keyword | penutupan lahan | id |
| dc.subject.keyword | prediksi | id |
| dc.subject.keyword | Penginderaan Jauh | id |
| dc.subject.keyword | Tata ruang | id |
| dc.subtype | Theses | |