| dc.description.abstract | Obesitas memicu gangguan metabolik seperti peningkatan glukosa darah, kolesterol, dan aktivitas enzim hati dalam darah. Bakteri asam laktat (BAL) asal dadih memiliki potensi untuk mengatasi kondisi tersebut. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus paracasei asal dadih terhadap glukosa darah puasa, kolesterol total, Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT), dan Serum Glutamate Oxaloacetate Transaminase (SGOT) pada mencit C57BL/6 model obesitas. Sebanyak 20 ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok: pakan standar, High Fat Diet (HFD), HFD + Orlistat, HFD + L. plantarum (10? cfu/mL), dan HFD + L. paracasei (10? cfu/mL). Induksi obesitas dilakukan dengan pemberian pakan tinggi lemak selama 8 minggu diikuti pemberian intervensi orlistat, L. plantarum, dan L, paracasei selama 4 minggu. Hasil pada minggu ke-12 menunjukkan kelompok HFD tanpa intervensi mengalami kondisi hiperglikemia dan hiperkolesterolemia. L. paracasei efektif menormalkan glukosa darah puasa sedangkan L. plantarum masih menunjukkan hiperglikemia. Kedua BAL (L. plantarum dan L. paracasei) berhasil menurunkan kolesterol total ke rentang normal. Kedua BAL juga menjaga aktivitas enzim SGPT dan SGOT tetap stabil serta lebih rendah dari kelompok HFD tanpa intervensi. Secara keseluruhan kedua BAL asal dadih berpotensi sebagai agen penanganan gangguan metabolik seperti peningkatan kadar glukosa darah puasa, kadar kolesterol total, dan enzim hati SGPT dan SGOT akibat obesitas, dengan L. paracasei lebih optimal untuk homeostasis glukosa. | |