Keanekaragaman Kupu-Kupu sebagai Respons terhadap Perubahan Iklim di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi
Abstract
Perubahan iklim menyebabkan degradasi ekosistem yang berdampak pada penurunan keanekaragaman hayati, termasuk kupu-kupu sebagai bioindikator. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan keanekaragaman kupu-kupu dan hubungannya dengan faktor lingkungan serta anomali iklim di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) tahun 2012-2025. Data dikumpulkan menggunakan metode Pollard transect pada enam tipe habitat. Analisis meliputi indeks keanekaragaman, Uji-t Hutcheson, dan PCA biplot. Hasil menunjukkan kenaikan suhu lokal dari 23,6°C menjadi >24,5°C disertai fluktuasi curah hujan ekstrem. Secara umum, keanekaragaman kupu-kupu di HPGW menurun pada 2025 dibandingkan 2012. Penurunan signifikan terjadi pada habitat Ekoton, Tegakan Puspa, Tegakan Pinus, dan Tegakan Campuran, sedangkan habitat Riparian dan Tegakan Agathis relatif stabil. Temuan ini menunjukkan bahwa kelembapan, tutupan tajuk, ketersediaan air, dan sumber pakan berperan penting dalam mempertahankan komunitas kupu-kupu, sehingga pengelolaan vegetasi adaptif diperlukan untuk menjaga stabilitas mikroklimat kawasan konservasi. Climate change causes ecosystem degradation, which leads to a decline in biodiversity, including butterflies as bioindicators. This study aims to analyze changes in butterfly diversity and its relationship with environmental factors and climate anomalies in the Gunung Walat University Forest (GWUF) from 2012 to 2025. Data were collected using the Pollard transect method across six habitat types. Analyses included diversity indices, the Hutcheson t-test, and PCA biplots. Results showed an increase in local temperature from 23.6°C to >24.5°C, accompanied by fluctuations in extreme rainfall. Overall, butterfly diversity in the GWUF decreased in 2025 compared to 2012. Significant declines occurred in the Ecotone, Puspa Stands, Pine Stands, and Mixed Stands, while the Riparian and Agathis Stands remained relatively stable. These findings indicate that humidity, canopy cover, water availability, and food sources play a crucial role in sustaining butterfly communities, therefore adaptive vegetation management is necessary to maintain the microclimate stability of conservation areas.
Collections
- UF - Silviculture [1503]

