Daya Tolak Minyak Serai Wangi terhadap Lalat Buah Bactrocera carambolae Drew & Hancock (Diptera: Tephritidae) pada Jambu Biji Kultivar Kristal
Date
2026Author
Mustika, Puteri Auliya
Dadang
Anwar, Ruly
Sartiami, Dewi
Metadata
Show full item recordAbstract
Jambu biji kristal merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produksinya sering terhambat oleh serangan Bactrocera carambolae. Pengendalian serangga hama ini pada jambu kristal umumnya menggunakan insektisida sintetis, namun pengendalian menggunakan insektisida sintetis yang tidak bijaksana dapat menimbulkan resistensi hama, pencemaran lingkungan dan residu senyawa pestisida pada produk buah jambu biji, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan repellent nabati seperti minyak asiri serai wangi (Cymbopogon nardus). Penelitian ini bertujuan mengkaji daya tolak dan persistensi minyak asiri serai wangi di lapangan.
Penelitian dilaksanakan melalui tiga kegiatan, yaitu pengujian respons olfaktori untuk mengamati orientasi perilaku imago lalat buah, pengujian lapangan menggunakan rancangan acak kelompok untuk mengevaluasi tingkat serangan dan analisis profil kimia menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) untuk mengetahui daya persistensi perlakuan. Uji respons olfaktori minyak asiri serai wangi terhadap lalat buah pada konsentrasi 2 dan 4% menunjukkan tingkat persentase penolakan berturut-turut 73 dan 87%. Pengujian lapangan menunjukkan bahwa minyak asiri serai wangi memiliki daya persistensi hingga 14 hari yang diindikasikan dengan tidak adanya serangan lalat buah pada buah jambu pada konsentrasi 2 dan 4%. Minyak asiri serai wangi berpotensi untuk digunakan sebagai repellent yang efektif, namun efektivitasnya di lapangan bergantung pada dinamika faktor lingkungan Crystal guava is a horticultural commodity that have high economic value. Its production is often hindered by Bactrocera carambolae infestations. Management of this insect pest on crystal guava generally relies on synthetic insecticides. However, the unwise use of synthetic insecticides can lead to pest resistance, environmental pollution, and pesticide residues on the fruit products. Therefore, a more environmentally friendly alternative management is required through the use of plant-based repellents, such as citronella (Cymbopogon nardus) essential oil. This study aims to evaluate the repellency and persistence of citronella essential oil under field conditions.
The research was conducted through three activities: an olfactory response test to observe the behavioral orientation of adult fruit flies, a field test using a randomized block design to evaluate the level of infestation, and a chemical profile analysis using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) to determine the persistence of the treatment. The olfactory response test of citronella essential oil against fruit flies at concentrations of 2 and 4% showed repellency rates of 73 and 87%, respectively. Field testing demonstrated that citronella essential oil has a persistence of up to 14 days, indicated by the absence of fruit fly infestations on the guava fruits at concentrations of 2 and 4%. Citronella essential oil has the potential to be used as an effective repellent, but its field effectiveness depends on the dynamics of environmental factors
Collections
- MF - Agriculture [4054]

