Pemberian Pakan Alami yang Berbeda untuk Meningkatkan Kinerja Pertumbuhan pada Larva Ikan Red Lizard Rineloricaria sp.
Abstract
Ikan red lizard Rineloricaria sp. dikenal sebagai whiptail catfish karena memiliki sirip ekor yang panjang menyerupai cambuk serta memiliki warna tubuh merah dan hitam yang mencolok dengan pola menyerupai sisik kadal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pakan alami yang paling sesuai bagi sintasan dan pertumbuhan larva ikan red lizard. Penelitian menggunakan larva berumur 2–3 hari yang dipelihara dalam wadah baki dengan kepadatan 3 ekor/L. Perlakuan yang diuji terdiri atas Artemia sp. (P0), cacing sutra (P1), dan microworm (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P0 dan P1 memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan P2. Hasil terbaik dari percobaan yang dilakukan pada problem solving ini adalah sintasan pada P0 (93,33±3,33%) dan P1 (86,67±3,33%) yang tidak berbeda nyata (P>0,05), laju pertumbuhan panjang harian pada P0 (0,054±0,004 cm/hari) dan P1 (0,051±0,003 cm/hari) yang tidak berbeda nyata (P>0,05), pertumbuhan panjang mutlak pada P0 (1,5±0,12 cm) dan P1 (0,85±0,19 cm) yang juga tidak berbeda nyata (P>0,05). The red lizard fish, Rineloricaria sp., is commonly known as the whiptail catfish because of its long, whip-like caudal fin and its striking red and black body coloration with a lizard-like pattern. This study aimed to determine the most suitable live feed for the survival and growth of red lizard fish larvae. The study used 2–3 day old larvae reared in plastic trays at a stocking density of 3 fish/L. The treatments consisted of Artemia sp. (P0), Tubifex sp. (P1), and microworm (P2). The results showed that treatments P0 and P1 performed better than P2. The best results obtained in this problem solving study were a survival rate of 93,33±3,33% in P0 and 86,67±3,33% in P1, with no significant difference between the two treatments (P>0,05). The daily length growth rate was 0,054±0,004 cm/day in P0 and 0,051±0,003 cm/day in P1, which also did not differ significantly (P>0,05). Likewise, the absolute length growth was 1,50±0,12 cm in P0 and 0,85±0,19 cm in P1, with no significant difference between the treatments (P>0,05).

